Ilustrasi seseorang yang merasa tersakiti meski telah melukai, mencerminkan mentalitas korban ganda dalam dinamika emosional manusia.
JawaPos.com – Dalam dinamika hubungan manusia, sering kali orang yang paling menyakiti kita justru berlagak menjadi korban yang merasa paling tersakiti.
Fenomena ini tidak sekadar paradoks emosional, melainkan berkaitan erat dengan kebutuhan psikologis yang kompleks antara rasa berkuasa dan keinginan diterima.
Banyak individu yang melakukan kesalahan atau menyakiti orang lain, tanpa sadar, tetap menganggap dirinya sebagai korban situasi.
Fenomena ini dikenal sebagai mentalitas korban ganda, di mana seseorang bisa berperan sebagai pelaku dan korban secara bersamaan.
Dilansir dari National Library of Medicine, Senin (20/10), studi oleh Ilanit Simantov-Nachlieli mengungkap bahwa individu yang merasa menjadi korban sekaligus pelaku (duals) memiliki kebutuhan tinggi akan kekuasaan dan penerimaan.
Berikut penjelasan psikologis yang diungkap dari hasil penelitian tersebut, yang menggambarkan bagaimana mentalitas korban ganda terbentuk, memengaruhi perilaku, hingga berdampak pada hubungan sosial:
1. Pelaku yang Juga Korban: Dualitas Emosi yang Rumit
Penelitian menunjukkan bahwa individu dengan posisi ganda—sebagai pelaku sekaligus korban—tidak sepenuhnya jahat atau baik.
Mereka berperilaku kontradiktif karena berjuang antara rasa bersalah dan keinginan untuk dipahami. Kondisi ini membuat mereka tampak defensif, sulit meminta maaf, dan cenderung menyalahkan keadaan.
2. Kebutuhan untuk Berkuasa Mengalahkan Keinginan Diterima
Dalam banyak kasus, rasa ingin berkuasa lebih dominan daripada kebutuhan untuk diterima.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
