
Konsumsi Gula Berlebihan, Bisa Pengaruhi Suasana Hati dan Kecemasan Loh! Begini Penjelasannya Menurut Psikologi (Freepik/wayhomestudio)
JawaPos.com - Kamu pasti pernah mendengar idiom “you are what you eat” kamu adalah apa yang kamu makan. Dan ternyata itu bukan hanya sekadar idiom belaka, apalagi kalau kita mengkaitkannya dengan konsumsi gula.
Gula memang membuat segalanya terasa lebih nikmat, dari es krim sampai permen warna warni, semua menggiurkan, tapi ternyata bahan ini juga punya sisi gelap yang sering kita abaikan.
Pada salah satu video di kanal Youtube psikologi populer yakni Psych2go dijelaskan bahwa, tanpa disadari, konsumsi gula berlebihan bisa memengaruhi cara otak bekerja, suasana hati, bahkan tingkat kecemasan kita loh!
Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana gula memengaruhi otak dan tubuh, mengapa bisa bikin kamu cemas atau cepat lelah, serta bagaimana cara menguranginya tanpa harus kehilangan rasa manisnya.
Gula Seperti Tamu Tak Diundang yang Mengacaukan Zat Kimia di Otak
Secara alami tubuh kita memiliki sistem keamaan atau sistem imun yang kuat dan ketat untuk menjaga diri dari zat-zat yang tidak dibutuhkan. Namun, ketika kamu mengonsumsi terlalu banyak gula, itu akan menghantatkan zat yang tidak diinginkan untuk masuk. Akibatnya, sistem imun kewalahan dan membuatnya jadi kacau.
Dalam otak, tamu tak diundang ini disebut cytokines, senyawa yang menyebabkan peradangan kronis dan bisa mengganggu produksi serotonin serta dopamin, dua bahan kimia penting yang mengatur suasana hati dan rasa bahagia.
Menurut penelitian tahun 2014 dalam Journal of Depression and Anxiety, peradangan otak akibat kelebihan gula bisa meningkatkan risiko munculnya gejala depresi dan kecemasan. Jadi, meskipun kamu merasa “bahagia” setelah makan cokelat ketika sedih, efeknya justru bisa membuat otakmu makin sulit merasa tenang.
Efek “Sugar Crash”, Dari Energi ke Lelah Total
Setelah makan makanan manis, kamu mungkin merasa berenergi dan semangat, tapi tidak lama kemudian tubuh tiba-tiba terasa lemas. Inilah yang disebut sugar crash. Gula yang masuk ke tubuh diubah menjadi glukosa, yang kemudian digunakan sebagai bahan bakar energi.
Namun, jika kadar glukosa terlalu tinggi, tubuh akan memproduksi terlalu banyak insulin untuk menurunkannya. Akibatnya, kadar gula darah turun drastis dan membuat kamu merasa lelah, sulit fokus, bahkan kehilangan motivasi. Kondisi ini bisa mengganggu produktivitas dan kemampuan konsentrasi, terutama bagi kamu yang sedang belajar atau bekerja.
Mengapa Gula Begitu Sulit Dihindari?
Pada dasarnya gula memang bersifat adiktif. Penelitian tahun 2013 di Current Opinion in Clinical Nutrition and Metabolic Care menunjukkan bahwa otak manusia bereaksi terhadap gula dengan cara yang mirip seperti terhadap narkoba.
Gula memicu pelepasan dopamin yang menimbulkan rasa senang dan puas, membuat kita ingin mengulanginya lagi dan lagi. Tak heran jika semakin sering kamu makan manis, semakin sulit berhenti.
Cara Mengurangi Gula Tanpa Tersiksa

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
