
Ilustrasi orang yang kurang percaya diri. (Freepik)
JawaPos.com - Kepercayaan diri seseorang sering kali terlihat jauh lebih cepat daripada yang kita sadari.
Bahkan, hanya dalam beberapa menit pertama perkenalan, bahasa tubuh, cara bicara, hingga respons kecil dapat memberikan gambaran tentang bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri.
Dikutip dari laman Geediting, Rabu (24/12), psikologi menjelaskan bahwa pria dengan tingkat kepercayaan diri rendah cenderung memperlihatkan pola perilaku tertentu secara spontan.
Tanda-tanda ini tidak selalu disadari oleh pelakunya, tetapi cukup mudah dikenali oleh orang yang peka.
Berikut delapan ciri yang kerap muncul dalam lima menit pertama saat bertemu pria dengan self-esteem rendah.
Meminta maaf adalah sikap sopan, tetapi jika dilakukan berlebihan, hal ini bisa menjadi sinyal masalah kepercayaan diri.
Pria dengan self-esteem rendah sering meminta maaf atas hal-hal sepele, mulai dari menyampaikan pendapat hingga sekadar hadir dalam percakapan.
Secara psikologis, kebiasaan ini muncul dari rasa takut dianggap merepotkan atau tidak layak mengambil ruang dalam interaksi sosial.
Perhatikan posisi tubuhnya. Bahu membungkuk, lengan menyilang, kontak mata minim, atau tubuh yang cenderung menjauh saat berbicara adalah tanda-tanda bahasa tubuh tertutup.
Psikologi menyebutnya sebagai mekanisme perlindungan, di mana tubuh secara tidak sadar berusaha “mengecil” agar tidak terlalu terlihat.
Kalimat seperti “Menurut kamu itu oke nggak?” atau “Aku salah ya ngomong gitu?” sering keluar dari mulutnya. Ia tampak membutuhkan persetujuan eksternal untuk merasa aman.
Kebiasaan ini biasanya berakar dari pengalaman masa lalu, ketika apresiasi dan penguatan positif jarang ia terima.
Pria dengan kepercayaan diri rendah kerap melontarkan candaan yang merendahkan dirinya sendiri, entah soal kemampuan, penampilan, atau kecerdasannya.
Ini berfungsi sebagai tameng emosional. Dengan mengkritik diri lebih dulu, ia berharap rasa sakit akan berkurang jika orang lain melakukan hal yang sama. Sayangnya, kebiasaan ini justru memperkuat citra negatif tentang dirinya sendiri.
Saat diberi pujian tulus, responsnya sering kali berupa penolakan atau pengalihan. Pujian seperti “Kamu hebat” dibalas dengan “Ah, kebetulan aja” atau “Orang lain lebih jago.”
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022