
seseorang yang tidak memiliki keluarga atau teman dekat./Freepik/freepik
JawaPos.com - Dalam kehidupan sosial, keluarga dan teman dekat sering dianggap sebagai fondasi utama kesejahteraan emosional seseorang.
Mereka menjadi tempat berbagi cerita, berlindung saat rapuh, dan cermin untuk memahami diri sendiri. Namun pada kenyataannya, tidak semua orang memiliki kemewahan tersebut.
Ada individu yang hidup tanpa keluarga inti yang berfungsi, tanpa sahabat dekat, atau memilih menjalani hidup dengan lingkaran sosial yang sangat terbatas.
Dilansir dari Geediting pada Jumat (9/1), menurut psikologi, ketiadaan keluarga atau teman dekat tidak selalu berarti seseorang “tidak normal” atau bermasalah.
Justru, kondisi ini sering membentuk pola perilaku yang khas—sebagian terlihat kuat dan mandiri, sebagian lagi menyimpan dinamika emosional yang kompleks.
Lalu, perilaku apa saja yang umumnya muncul pada orang-orang dengan kondisi ini?
Berikut penjelasan mendalamnya.
1. Sangat Mandiri, Bahkan Terlihat “Terlalu Kuat”
Salah satu perilaku paling menonjol adalah tingkat kemandirian yang tinggi. Orang yang tidak memiliki keluarga atau teman dekat sering terbiasa mengandalkan diri sendiri sejak lama—baik karena keadaan memaksa maupun karena pengalaman ditinggalkan.
Dalam psikologi, ini sering berkaitan dengan coping mechanism. Mereka belajar menyelesaikan masalah sendiri, mengambil keputusan tanpa diskusi, dan jarang meminta bantuan. Di mata orang lain, mereka terlihat tangguh, dewasa, dan tidak mudah goyah.
Namun, di balik itu, kemandirian ekstrem kadang bukan pilihan, melainkan hasil dari keyakinan bawah sadar bahwa “tidak ada yang bisa diandalkan selain diri sendiri.”
2. Sulit Mempercayai Orang Lain
Tanpa pengalaman hubungan dekat yang aman (secure attachment), seseorang cenderung mengembangkan kewaspadaan berlebih terhadap orang lain. Mereka mungkin ramah di permukaan, tetapi menjaga jarak emosional yang jelas.
Menurut teori attachment, kondisi ini sering berkaitan dengan avoidant attachment style. Individu dengan gaya ini:
Tidak nyaman bergantung pada orang lain
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022