
seseorang yang banyak berpikir dalam setiap percakapan./Freepik/freepik
JawaPos.com - Pernahkah Anda selesai berbincang dengan seseorang, lalu berjam-jam setelahnya pikiran Anda dipenuhi pertanyaan seperti: “Tadi aku salah ngomong nggak, ya?”, “Nada suaraku aneh nggak?”, atau “Seharusnya aku menjawab lebih pintar?”
Jika iya, Anda tidak sendirian. Psikologi menyebut kondisi ini sebagai overthinking dalam interaksi sosial—kecenderungan memikirkan percakapan secara berlebihan, baik sebelum, saat, maupun setelah berbicara.
Tanpa disadari, kebiasaan ini bisa menguras energi mental, menurunkan kepercayaan diri, dan membuat percakapan terasa tegang alih-alih alami.
Kabar baiknya, psikologi juga menunjukkan bahwa overthinking bukanlah sifat bawaan yang tak bisa diubah. Ada teknik-teknik halus yang bisa langsung dipraktikkan, tanpa perlu mengubah kepribadian Anda secara drastis.
Dilansir dari Expert Editor pada Rabu (14/1), terdapat 7 teknik psikologis yang terbukti membantu Anda berhenti terlalu banyak berpikir dalam setiap percakapan, dan mulai berbicara dengan lebih tenang serta autentik.
1. Alihkan Fokus dari “Diri Sendiri” ke “Hubungan”
Menurut psikologi sosial, overthinking sering muncul ketika fokus kita terlalu tertuju pada diri sendiri: bagaimana penampilan kita, bagaimana suara kita terdengar, dan bagaimana kita dinilai.
Teknik halusnya adalah mengalihkan fokus dari “aku” ke “kita.”
Alih-alih bertanya dalam hati “Apakah aku terdengar bodoh?”, ubah menjadi “Apa yang sedang ingin disampaikan orang ini?”
Ketika perhatian Anda tertuju pada membangun koneksi, bukan mempertahankan citra diri, otak secara alami mengurangi kecemasan berlebih. Percakapan pun terasa lebih mengalir.
2. Beri Izin pada Diri Sendiri untuk Tidak Sempurna
Psikologi kognitif menyebutkan bahwa perfeksionisme adalah bahan bakar utama overthinking. Anda ingin setiap kalimat terdengar tepat, cerdas, dan bebas kesalahan—padahal percakapan manusia tidak pernah sempurna.
Tekniknya sederhana namun kuat: beri izin pada diri sendiri untuk terdengar biasa saja.
Sedikit jeda, kata yang diulang, atau kalimat yang tidak terlalu elegan bukanlah kegagalan sosial. Justru, hal itu membuat Anda terdengar lebih manusiawi dan mudah didekati.
Ironisnya, semakin Anda menerima ketidaksempurnaan, semakin percaya diri Anda terdengar.
3. Latih Respons, Bukan Skrip

Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Daftar Pemain Kanada dan Bosnia Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026
