
seseorang yang menyukai buku kertas./Freepik/freepik
JawaPos.com - Di tengah dunia yang makin tipis dan cepat—layar sentuh, notifikasi instan, dan ribuan buku dalam satu gawai—masih ada sekelompok orang yang setia pada buku kertas.
Mereka menikmati bau halaman, berat buku di tangan, dan suara halus kertas yang dibalik perlahan. Bagi sebagian orang, ini tampak kuno.
Namun menurut psikologi, preferensi terhadap buku fisik bukan sekadar soal nostalgia, melainkan cerminan kebiasaan mental tertentu.
Menariknya, banyak dari kebiasaan ini kini semakin jarang ditemukan. Bukan karena tidak berguna, tetapi karena dunia modern perlahan mengikisnya.
Dilansir dari Geediting pada Kamis (15/1), terdapat delapan kebiasaan mental yang sering dimiliki pecinta buku kertas—dan mengapa kebiasaan ini pelan-pelan menghilang.
1. Kemampuan Fokus Mendalam Tanpa Gangguan
Pembaca buku kertas cenderung terbiasa tenggelam dalam satu aktivitas tanpa distraksi. Tidak ada notifikasi, tidak ada tab lain, tidak ada godaan “sekadar cek sebentar”.
Secara psikologis, ini melatih deep focus—kemampuan otak untuk bertahan lama pada satu alur pikiran.
Sayangnya, kebiasaan ini semakin langka di era digital, ketika perhatian kita terfragmentasi menjadi potongan-potongan pendek. Banyak orang kini membaca sambil setengah sadar, berpindah fokus setiap beberapa menit.
2. Hubungan Emosional yang Lebih Dalam dengan Informasi
Buku kertas menciptakan ikatan emosional yang unik. Menandai halaman, melipat sudut, atau mengingat bagian cerita berdasarkan posisi fisiknya di buku membantu otak membangun memori yang lebih kaya.
Psikologi kognitif menyebut ini sebagai embodied cognition—proses berpikir yang melibatkan pengalaman fisik. Ketika membaca di layar, pengalaman ini menjadi lebih datar. Informasi tetap ada, tetapi keterikatannya sering kali lebih dangkal.
3. Kesabaran Kognitif dalam Memproses Ide
Pembaca buku fisik terbiasa membaca tanpa fitur “lompat cepat”. Mereka menempuh halaman demi halaman, mengikuti ritme penulis, dan memberi waktu pada otak untuk mencerna ide.
Kebiasaan ini melatih kesabaran mental—kemampuan untuk tidak menuntut pemahaman instan. Di era ringkasan, highlight otomatis, dan video singkat, kesabaran semacam ini perlahan tergerus.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
