
seseorang yang merasa bersalah mengambil potongan makanan terakhir./Freepik/freepik
JawaPos.com - Pernah berada di situasi ini? Di meja makan tinggal satu potong terakhir—kue, pizza, atau gorengan.
Seseorang berkata, “Ambil saja, nggak apa-apa.” Namun alih-alih mengambilnya dengan lega, Anda justru merasa tidak enak, ragu, bahkan bersalah.
Mungkin Anda menolak sekali, dua kali, atau baru mau mengambil setelah semua orang benar-benar meyakinkan.
Sekilas, ini tampak sepele. Tapi dalam psikologi, respons terhadap hal kecil seperti ini sering mencerminkan pola kepribadian dan pengalaman emosional yang lebih dalam.
Rasa bersalah mengambil “yang terakhir” bukan hanya soal sopan santun—ia bisa menjadi jendela untuk memahami cara Anda memandang diri sendiri dan orang lain.
Dilansir dari Expert Editor pada Jumat (16/1), jika Anda sering mengalaminya, kemungkinan besar Anda menunjukkan delapan ciri berikut ini.
1. Anda Sangat Peka terhadap Perasaan Orang Lain
Orang yang enggan mengambil potongan terakhir biasanya memiliki empati yang tinggi. Anda secara otomatis memikirkan, “Bagaimana kalau sebenarnya dia masih ingin?” atau “Jangan-jangan orang lain belum makan.”
Psikologi menyebut ini sebagai other-oriented thinking—kecenderungan untuk memprioritaskan kebutuhan dan perasaan orang lain sebelum diri sendiri.
Ini bukan sifat buruk; justru sering dikaitkan dengan hubungan sosial yang hangat. Namun, jika berlebihan, Anda bisa lupa mendengarkan kebutuhan pribadi.
2. Anda Terbiasa Menempatkan Diri di Posisi Kedua
Rasa bersalah itu sering muncul bukan karena makanan, tetapi karena keyakinan bawah sadar bahwa orang lain “lebih berhak” daripada Anda. Banyak orang dengan ciri ini tumbuh dengan pola pikir: “Aku bisa nanti saja.”
Dalam jangka panjang, kebiasaan kecil ini mencerminkan pola pengorbanan diri yang konsisten—di rumah, di pertemanan, bahkan dalam hubungan romantis.
3. Anda Takut Dianggap Egois, Meski Sedikit
Menurut psikologi sosial, sebagian orang memiliki fear of negative evaluation—takut dinilai buruk oleh lingkungan. Mengambil potongan terakhir bisa terasa seperti tindakan egois, meskipun secara rasional Anda tahu itu ditawarkan dengan tulus.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
