
seseorang yang memperhatikan saat orang lain berbicara./Freepik/freepik
JawaPos.com - Manusia bisa mengganti pakaian, gaya bicara, aksen, bahkan lingkungan pergaulan. Tapi ada satu hal yang jauh lebih sulit disamarkan: pola bahasa dan referensi kultural yang terbentuk sejak kecil.
Kata-kata tertentu bukan sekadar bahasa — mereka adalah jejak pengalaman hidup.
Dilansir dari Geediting pada Senin (2/2), terdapat 9 kata/ungkapan yang sering secara tidak sadar membuka “asal kelas sosial” seseorang, bahkan ketika mereka berusaha keras tampil netral atau “naik kelas”:
1. “Orang biasa”
Kalimat seperti:
“Saya cuma orang biasa.”
Biasanya bukan sekadar kerendahan hati, tapi refleksi posisi sosial.
Orang dari kelas mapan cenderung berkata:
“Saya hidup sederhana.”
Sedangkan “orang biasa” lebih sering lahir dari pengalaman hidup tanpa privilese struktural.
2. “Yang penting kerja dulu”
Fokus pada bertahan hidup, bukan aktualisasi diri.
Kelas pekerja cenderung berbicara soal:
stabilitas
penghasilan tetap
keamanan ekonomi

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
