seseorang yang masih mengirimkan terima kasih tulisan tangan
JawaPos.com - Di era serba digital seperti sekarang, segala sesuatu berlangsung cepat, instan, dan praktis. Pesan singkat menggantikan surat, emoji menggantikan ekspresi wajah, dan “terima kasih” cukup diketik dalam satu baris WhatsApp. Di tengah perubahan besar ini, ucapan terima kasih tulisan tangan menjadi sesuatu yang langka, bahkan hampir dianggap kuno.
Namun, menurut psikologi sosial dan kepribadian, kebiasaan sederhana ini justru mencerminkan kualitas-kualitas psikologis yang semakin jarang ditemukan dalam masyarakat modern. Jika Anda masih menulis kartu ucapan terima kasih dengan tangan sendiri, besar kemungkinan Anda memiliki karakter kuat yang tidak hanya berharga secara emosional, tetapi juga secara sosial dan mental.
Dilansir dari Geediting pada Rabu (11/2), terdapat 7 kualitas yang perlahan menghilang dari masyarakat, tetapi masih hidup dalam diri orang-orang yang mempertahankan kebiasaan ini:
Baca Juga: Orang yang Lebih Suka Bekerja di Kafe daripada di Rumah Biasanya Mencari 9 Hal Ini Menurut Psikologi
1. Kesadaran Emosional yang Tinggi (Emotional Awareness)
Menulis ucapan terima kasih secara manual membutuhkan kehadiran emosi yang nyata. Anda tidak hanya mengirim pesan, tetapi benar-benar memproses rasa terima kasih itu secara internal.
Dalam psikologi, ini disebut emotional awareness — kemampuan menyadari, memahami, dan mengekspresikan emosi secara sadar. Orang yang menulis ucapan tangan biasanya:
Lebih peka terhadap perasaan orang lain
Tidak reaktif secara emosional
Lebih reflektif dalam berkomunikasi
Di masyarakat modern yang serba cepat, banyak orang mengekspresikan emosi secara impulsif, bukan reflektif.
Baca Juga: Orang yang Tidak Pernah Memposting Kehidupan Pribadi Mereka Secara Online Biasanya Memiliki 8 Batasan Sehat Ini Menurut Psikologi
2. Kapasitas Empati yang Mendalam
Ucapan tulisan tangan menunjukkan bahwa Anda memikirkan perasaan penerima, bukan hanya menyelesaikan kewajiban sosial. Ini adalah tanda empati kognitif dan empati emosional.
Menurut psikologi, empati bukan hanya “merasa kasihan”, tetapi kemampuan untuk:
Memahami perspektif orang lain
Menghargai makna tindakan mereka
Mengakui dampak emosionalnya terhadap diri kita

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
