
seseorang yang berdamai dengan diri sendiri (Freepik/freepik)
JawaPos.com - Memasuki usia 60 tahun ke atas adalah fase kehidupan yang unik. Banyak pria di tahap ini telah melewati berbagai peran: sebagai anak, pasangan, ayah, pekerja, pemimpin, bahkan mungkin kakek. Tidak semua orang mencapai usia ini dengan ketenangan batin. Namun pria yang benar-benar berdamai dengan dirinya menunjukkan pola kebiasaan yang khas—bukan karena hidup mereka tanpa masalah, tetapi karena cara mereka memaknai pengalaman hidup.
Dalam psikologi perkembangan, fase ini sering dikaitkan dengan konsep integrity vs. despair yang diperkenalkan oleh Erik Erikson. Pada tahap ini, seseorang merefleksikan hidupnya: apakah ia menerimanya dengan utuh atau justru menyesalinya. Pria yang berdamai dengan diri sendiri cenderung mencapai apa yang disebut integritas—penerimaan yang matang terhadap perjalanan hidupnya.
Dilansir dari Geediting, terdapat sembilan kebiasaan tenang yang sering terlihat pada pria di atas 60 tahun yang telah benar-benar berdamai dengan dirinya, menurut sudut pandang psikologi.
1. Tidak Lagi Terobsesi Membuktikan Diri
Di usia muda, banyak pria terdorong untuk membuktikan nilai diri melalui karier, status sosial, atau pencapaian materi. Namun pria yang telah berdamai dengan diri sendiri tidak lagi merasa perlu menunjukkan kehebatan kepada siapa pun.
Menurut teori hierarki kebutuhan dari Abraham Maslow, pada tahap aktualisasi diri seseorang lebih fokus pada makna daripada pengakuan eksternal. Mereka tidak haus validasi, karena harga diri sudah tidak lagi bergantung pada penilaian orang lain.
Ketenangan mereka terlihat dari sikap sederhana: berbicara seperlunya, tidak membandingkan diri, dan tidak tersinggung oleh kritik kecil.
2. Menerima Masa Lalu Tanpa Terjebak Penyesalan
Pria yang damai dengan dirinya tidak memungkiri kesalahan masa lalu. Mereka mengakuinya, belajar darinya, dan melepaskannya. Mereka tidak terus-menerus berkata, “Seandainya dulu…”
Psikologi modern menunjukkan bahwa penerimaan diri (self-acceptance) berkaitan erat dengan kesehatan mental yang stabil. Penerimaan bukan berarti membenarkan kesalahan, tetapi memahami bahwa masa lalu adalah bagian dari perjalanan.
Alih-alih menyesal, mereka cenderung merefleksikan pengalaman hidup sebagai guru terbaik.
3. Lebih Banyak Mendengar daripada Berbicara
Ketenangan batin tercermin dari kemampuan untuk mendengarkan tanpa kebutuhan mendominasi percakapan. Mereka tidak merasa harus selalu benar.
Konsep mindfulness yang dipopulerkan oleh Jon Kabat-Zinn menekankan kesadaran penuh terhadap momen saat ini. Pria yang berdamai dengan dirinya biasanya hadir secara utuh saat berbicara dengan orang lain—tidak terburu-buru menyela atau menghakimi.
Mereka memahami bahwa kebijaksanaan sering kali tumbuh dari mendengar.
4. Nyaman dengan Kesendirian
Banyak orang takut sendirian karena kesendirian memunculkan pikiran yang tak terselesaikan. Namun pria yang telah berdamai dengan diri sendiri justru menikmati waktu sendiri.
Bukan karena anti-sosial, melainkan karena mereka memiliki hubungan yang sehat dengan dirinya. Mereka bisa duduk tenang, membaca, berkebun, berjalan pagi, atau sekadar menikmati secangkir kopi tanpa rasa gelisah.
Psikologi menyebut kondisi ini sebagai emotional autonomy—kemandirian emosional yang membuat seseorang tidak tergantung secara berlebihan pada orang lain untuk merasa utuh.
5. Tidak Reaktif terhadap Hal-Hal Kecil
Pria yang damai cenderung tidak mudah tersulut emosi oleh hal sepele. Mereka memahami bahwa energi emosional adalah sumber daya yang berharga.
Penelitian tentang regulasi emosi menunjukkan bahwa seiring bertambahnya usia, banyak orang menjadi lebih selektif terhadap konflik. Mereka memilih pertempuran yang benar-benar penting.

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
