
seseorang yang tidak seterhubung seperti di media sosial./Freepik/freepik
JawaPos.com - Di era media sosial, seseorang bisa terlihat sangat aktif, bahagia, dan memiliki kehidupan sosial yang penuh. Foto bersama teman, komentar yang ramai, atau unggahan aktivitas harian dapat memberi kesan bahwa seseorang memiliki koneksi sosial yang kuat. Namun dalam banyak kasus, terutama pada usia di atas 55 tahun, apa yang terlihat di media sosial tidak selalu mencerminkan kondisi hubungan sosial yang sebenarnya.
Psikologi sosial menjelaskan bahwa manusia sering melakukan “impression management”—usaha untuk menampilkan citra diri yang lebih positif kepada orang lain. Hal ini juga berlaku pada generasi yang lebih tua yang mulai aktif di media sosial. Mereka bisa terlihat sangat terhubung secara digital, tetapi secara emosional atau sosial sebenarnya merasa cukup terisolasi.
Dilansir dari Silicon Canals pada Sabtu (14/3), terdapat beberapa tanda menurut perspektif psikologi bahwa seseorang berusia di atas 55 tahun mungkin tidak se-terhubung seperti yang terlihat di media sosial mereka.
1. Aktivitas Media Sosial Sangat Tinggi tetapi Interaksi Nyata Terbatas
Salah satu tanda paling umum adalah frekuensi posting yang sangat tinggi, tetapi jarang terlihat aktivitas sosial di dunia nyata.
Dalam psikologi, hal ini sering dikaitkan dengan kompensasi sosial. Ketika seseorang merasa kurang terhubung secara langsung, mereka mungkin meningkatkan aktivitas online untuk mengisi kekosongan tersebut.
Misalnya, seseorang mungkin sering mengunggah foto kegiatan sehari-hari, membagikan artikel, atau memberi komentar di banyak postingan, tetapi jarang menghadiri acara sosial atau berkumpul dengan teman secara langsung.
2. Banyak “Teman Online”, Sedikit Hubungan Mendalam
Memiliki ratusan bahkan ribuan teman di media sosial tidak selalu berarti memiliki jaringan sosial yang kuat.
Psikologi hubungan menunjukkan bahwa kedekatan emosional biasanya terbentuk melalui interaksi yang konsisten, mendalam, dan berlangsung lama. Jika hubungan hanya terjadi dalam bentuk “like”, komentar singkat, atau reaksi emoji, kedekatan tersebut sering kali bersifat dangkal.
Pada usia di atas 55 tahun, hubungan yang bermakna biasanya melibatkan komunikasi yang lebih personal seperti percakapan panjang, pertemuan langsung, atau dukungan emosional.
3. Posting Kebahagiaan yang Terlalu Konsisten
Jika hampir setiap unggahan menggambarkan kehidupan yang sangat bahagia, sempurna, dan bebas masalah, hal itu kadang menjadi tanda kurasi identitas digital.
Dalam psikologi, fenomena ini disebut self-presentation bias—kecenderungan untuk menampilkan hanya sisi positif kehidupan.
Pada beberapa kasus, individu yang merasa kesepian justru lebih sering memposting konten positif untuk menjaga citra bahwa hidup mereka baik-baik saja.
4. Lebih Banyak Membagikan Kenangan Lama daripada Pengalaman Baru
Pada usia yang lebih tua, nostalgia memang hal yang wajar. Namun jika sebagian besar postingan berisi kenangan lama—foto masa muda, reuni lama, atau cerita masa lalu—itu bisa menunjukkan bahwa pengalaman sosial saat ini relatif terbatas.
Psikologi perkembangan menjelaskan bahwa ketika jaringan sosial mengecil, seseorang sering kembali ke memori emosional yang bermakna sebagai sumber kenyamanan.
5. Respons Terhadap Komentar Sangat Sensitif
Orang yang kurang merasa terhubung secara sosial kadang lebih sensitif terhadap respons di media sosial.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
