
seseorang yang masih memiliki teman sejati di usia tua./Freepik/freepik
JawaPos.com - Banyak orang percaya bahwa persahabatan sejati hanya kuat di masa muda. Namun kenyataannya, sebagian orang justru memiliki lingkaran pertemanan yang lebih hangat dan bermakna ketika memasuki usia 70-an.
Mereka masih memiliki teman yang setia, saling mendukung, dan tetap terhubung meski waktu telah berjalan puluhan tahun.
Menurut berbagai penelitian dalam bidang Psikologi Sosial dan Psikologi Perkembangan, hubungan yang bertahan lama bukan hanya soal keberuntungan atau lamanya waktu mengenal seseorang. Lebih dari itu, hubungan tersebut dipengaruhi oleh kebiasaan mental dan emosional yang dibangun selama hidup.
Menariknya, orang-orang yang masih memiliki sahabat sejati di usia lanjut sering kali memiliki satu kesamaan: mereka diam-diam melepaskan beberapa kebiasaan yang merusak hubungan.
Baca Juga:Ramalan Zodiak Aries dan Taurus 19 Maret 2026: Mulai dari Cinta, Karir, Kesehatan dan Keuangan
Dilansir dari Geediting pada Senin (16/3), terdapat tujuh kebiasaan yang biasanya mereka tinggalkan.
1. Kebiasaan Selalu Ingin Benar
Salah satu kebiasaan yang paling merusak hubungan adalah kebutuhan untuk selalu benar dalam setiap percakapan atau perdebatan.
Ketika seseorang selalu ingin menang dalam diskusi, hubungan perlahan berubah menjadi kompetisi. Dalam jangka panjang, ini membuat orang lain merasa tidak dihargai.
Orang-orang yang memiliki persahabatan panjang memahami bahwa menjaga hubungan jauh lebih penting daripada memenangkan argumen kecil. Mereka belajar mengatakan, “Mungkin kamu juga ada benarnya,” atau sekadar memilih untuk tidak memperpanjang perdebatan yang tidak penting.
Seiring bertambahnya usia, mereka menyadari bahwa kedamaian dalam hubungan jauh lebih berharga daripada ego pribadi.
2. Kebiasaan Menghakimi Terlalu Cepat
Semakin dewasa seseorang, semakin ia memahami bahwa setiap orang memiliki cerita hidup yang kompleks.
Orang yang masih memiliki sahabat dekat di usia 70-an biasanya telah meninggalkan kebiasaan menilai orang lain secara cepat. Mereka tidak langsung mengkritik pilihan hidup teman mereka, baik soal karier, keluarga, maupun keputusan pribadi.
Alih-alih menghakimi, mereka lebih memilih untuk mendengarkan dan memahami. Sikap ini menciptakan rasa aman dalam persahabatan—sebuah ruang di mana seseorang bisa menjadi dirinya sendiri tanpa takut dihakimi.
3. Kebiasaan Menyimpan Dendam
Persahabatan yang bertahan puluhan tahun hampir pasti pernah mengalami konflik.
Namun orang-orang yang mampu mempertahankan hubungan tersebut biasanya tidak menyimpan dendam terlalu lama. Mereka belajar bahwa memaafkan bukan hanya untuk orang lain, tetapi juga untuk ketenangan diri sendiri.
Penelitian dalam Psikologi Positif menunjukkan bahwa kemampuan memaafkan berhubungan dengan hubungan sosial yang lebih sehat dan tingkat stres yang lebih rendah.
Dengan melepaskan kebiasaan menyimpan sakit hati, hubungan bisa kembali tumbuh tanpa beban masa lalu.
4. Kebiasaan Selalu Membandingkan Hidup

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
