
Ilustrasi momen kumpul keluarga saat Lebaran, di mana pertanyaan klise seperti 'Kapan Nikah?' kerap dilontarkan. (Freepik)
JawaPos.com - Saat kumpul keluarga di momen lebaran Idul Fitri, seringkali kita mendengar pujian, baik soal penampilan, masakan atau pencapaian.
Namun, ada saja perasaan canggung dan kikuk saat dipuji. Mereka yang merespons dengan senyum malu dan kikuk, pada dasarnya memiliki sifat yang dapat dijelaskan menurut psikologi.
Apakah saja itu? Dilansir dari Geediting, mari mengenal enam sifat orang yang canggung dan kikuk saat dipuji di momen kumpul lebaran dengan keluarga.
Rendah harga diri
Saat dipuji, mereka mungkin berpikir bahwa diri mereka biasa saja dan tidak spesial.
Kritik batin datang dengan sendirinya, sehingga membuat mereka merasa tak nyaman dengan pujian.
Maka dari itu, tak heran jika mereka merasa tak pantas mendapat pujian atas penampilan atau hal baik yang tampak di momen lebaran dengan keluarga besar.
Takut terlihat sombong
Bukannya kikuk, ada yang langsung menepis pujian yang diberikan kepadanya. Mereka berpikir bahwa pujian yang datang membuat mereka terlihat menyombongkan diri.
Saat momen kumpul lebaran, mungkin merasa tak enak hati menerima pujian atas pencapaian mereka, seolah ingin merendahkan orang lain.
Perfeksionisme
Bagi seorang yang perfeksionis, pujian adalah pengingat dari kekurangan diri sendiri.
Mereka selalu merasa ada yang bisa diperbaiki. Bisa jadi, orang yang sudah memasak opor dan lontong sayur ketika masakannya dipuji akan merasa belum sempurna, meski sudah dipuji oleh keluarga besar.
Sulit percaya dengan orang lain
