Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Maret 2026 | 15.01 WIB

9 Kebiasaan Media Sosial yang Membuat Orang Tidak Menyukai Anda di Kehidupan Nyata Menurut Psikologi

seseorang yang tidak disukai sebab media sosial / freepik - Image

seseorang yang tidak disukai sebab media sosial / freepik

JawaPos.com - Di era digital, media sosial bukan hanya tempat berbagi momen, tetapi juga menjadi “cermin” kepribadian seseorang. Apa yang Anda unggah, komentari, dan respons secara online dapat membentuk persepsi orang lain—bahkan memengaruhi bagaimana mereka memperlakukan Anda di dunia nyata.

Menariknya, berbagai penelitian dalam psikologi sosial menunjukkan bahwa kebiasaan tertentu di media sosial bisa menurunkan kesan positif seseorang secara signifikan. Tanpa disadari, hal-hal kecil yang tampak sepele justru bisa membuat orang merasa tidak nyaman, menjauh, atau bahkan tidak menyukai Anda.

Dilansir dari Geediting pada Jumat (20/3), terdapat 9 kebiasaan media sosial yang secara psikologis dapat merusak citra Anda di kehidupan nyata.

1. Terlalu Sering Pamer (Oversharing Pencapaian)

Memamerkan pencapaian sesekali memang wajar. Namun jika hampir setiap unggahan berisi kesuksesan, barang mahal, atau gaya hidup “sempurna”, orang lain bisa merasa lelah atau bahkan terganggu.

Dalam psikologi, ini berkaitan dengan social comparison theory—orang cenderung membandingkan diri dengan orang lain. Jika Anda terus memicu perbandingan, Anda bisa dianggap:

Sombong

Kurang empati

Mencari validasi

Akibatnya, orang mungkin tetap tersenyum di depan Anda, tetapi diam-diam menjaga jarak.

2. Mengeluh Terus-Menerus

Curhat sesekali bisa membantu, tetapi jika timeline Anda dipenuhi keluhan, orang akan mulai mengasosiasikan Anda dengan energi negatif.

Psikologi menyebut ini sebagai emotional contagion—emosi dapat “menular”. Orang cenderung menghindari sumber stres, termasuk akun yang selalu:

Mengeluh soal pekerjaan

Mengkritik hidup

Menyalahkan keadaan

Di dunia nyata, Anda bisa dianggap “draining” atau melelahkan secara emosional.

3. Mencari Perhatian Secara Berlebihan

Posting yang secara halus meminta perhatian seperti:

“Gak apa-apa kok… ”

“Capek banget, tapi ya sudahlah…”

bisa membuat orang merasa dimanipulasi secara emosional.

Dalam psikologi, ini sering dikaitkan dengan need for validation yang tinggi. Jika dilakukan terus-menerus, orang akan:

Kehilangan simpati

Menganggap Anda tidak tulus

Merasa dipaksa untuk merespons

4. Terlalu Banyak Selfie atau Foto Diri

Mengunggah foto diri bukan masalah. Namun jika hampir semua konten berfokus pada wajah atau penampilan sendiri, orang bisa menganggap Anda narsistik.

Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan kecenderungan narcissistic traits lebih sering memposting selfie berlebihan. Dampaknya:

Orang lain merasa Anda terlalu fokus pada diri sendiri

Anda terlihat kurang tertarik pada orang lain

Dalam interaksi nyata, ini bisa membuat Anda dianggap kurang menyenangkan untuk diajak bergaul.

5. Sering Berdebat atau Menyerang Orang Lain

Media sosial sering menjadi tempat debat. Namun jika Anda:

Sering menyanggah orang

Menyindir

Mengkritik secara agresif

orang akan mengasosiasikan Anda dengan konflik.

Psikologi sosial menunjukkan bahwa orang lebih menyukai individu yang menciptakan rasa aman dan nyaman, bukan ketegangan. Bahkan jika Anda “benar”, cara penyampaian tetap menentukan.

6. Membagikan Hal yang Terlalu Pribadi

Menceritakan masalah hubungan, konflik keluarga, atau drama pribadi secara terbuka bisa membuat orang tidak nyaman.

Ini terkait dengan konsep boundary regulation—kemampuan mengatur batas antara kehidupan pribadi dan publik.

Jika batas ini terlalu longgar:

Orang merasa “terlalu tahu” tentang Anda

Timbul rasa canggung saat bertemu langsung

Anda dianggap kurang bijak atau impulsif

7. Tidak Pernah Berinteraksi, Hanya Posting

Jika Anda aktif posting tetapi jarang:

Membalas komentar

Memberi respons

Berinteraksi dengan orang lain

Anda bisa dianggap egois atau tidak peduli.

Dalam psikologi hubungan, interaksi timbal balik (reciprocity) sangat penting. Tanpa itu:

Orang merasa tidak dihargai

Hubungan terasa satu arah

8. Mengedit Realitas Secara Berlebihan

Filter, edit foto, dan pencitraan berlebihan dapat menciptakan versi diri yang tidak realistis.

Masalahnya muncul ketika:

Orang bertemu Anda di dunia nyata

Ekspektasi tidak sesuai dengan kenyataan

Ini dapat menimbulkan efek expectation violation, yang sering berujung pada kekecewaan dan penurunan kepercayaan.

9. Menyindir atau Passive-Aggressive Posting

Status yang berisi sindiran seperti:

“Ada aja orang yang gak tahu diri…”

“Kalau janji jangan PHP ya…”

sering membuat orang bertanya-tanya: “Ini buat siapa?”

Dalam psikologi komunikasi, ini disebut passive-aggressive behavior. Dampaknya:

Menciptakan ketegangan sosial

Membuat orang merasa tidak nyaman

Menurunkan kepercayaan

Orang lebih menghargai komunikasi yang jelas daripada sindiran terselubung.

Penutup

Media sosial memang ruang bebas berekspresi, tetapi tetap ada konsekuensi sosial yang nyata. Apa yang Anda tampilkan secara online akan membentuk persepsi orang terhadap Anda—baik secara sadar maupun tidak.

Bukan berarti Anda harus menjadi “sempurna”, tetapi lebih kepada:

Menjaga keseimbangan

Memahami dampak psikologis

Mengembangkan empati digital

Pada akhirnya, tujuan utama bukan sekadar terlihat baik di layar, tetapi juga tetap disukai dan dihargai di kehidupan nyata.***

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore