
seseorang yang memutuskan hubungan dengan orang tua. (Freepik/shurkin_son)
JawaPos.com - Dalam banyak budaya, hubungan antara anak dan orang tua dianggap sebagai ikatan yang tidak tergantikan. Namun dalam realitas psikologis modern, tidak sedikit individu yang memilih untuk menjaga jarak, bahkan memutuskan hubungan dengan orang tua mereka—bukan hanya sekali, tetapi berulang kali sepanjang hidup mereka.
Fenomena ini sering disalahpahami sebagai bentuk pemberontakan, kurangnya rasa hormat, atau egoisme. Padahal, menurut kajian psikologi, keputusan ini biasanya bukan impulsif, melainkan hasil dari pola pengalaman emosional yang konsisten dan mendalam.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat 7 alasan psikologis yang paling umum dan konsisten ditemukan pada orang-orang yang berulang kali menjauh atau memutus hubungan dengan orang tua mereka:
1. Trauma Emosional yang Tidak Pernah Diselesaikan
Salah satu alasan paling kuat adalah adanya luka emosional yang berakar sejak masa kecil. Ini bisa berupa:
Kekerasan verbal
Pengabaian emosional
Kritik yang terus-menerus
Ketika trauma ini tidak pernah diakui atau disembuhkan, individu cenderung mencoba kembali menjalin hubungan, tetapi akhirnya mundur lagi karena luka lama kembali terbuka.
Polanya: mendekat → terluka → menjauh → rindu → mendekat lagi.
2. Pola Hubungan yang Toxic dan Berulang
Beberapa orang tua memiliki pola perilaku yang sulit berubah, seperti:
Manipulatif
Mengontrol berlebihan
Tidak menghormati batasan
Dalam psikologi hubungan, ini disebut sebagai toxic relational pattern. Anak yang sudah dewasa mungkin mencoba memperbaiki hubungan berkali-kali, tetapi karena pola tidak berubah, mereka akhirnya memilih menjauh lagi demi kesehatan mental.
3. Kebutuhan Akan Batasan (Boundaries) yang Tidak Dihormati
Orang yang sehat secara psikologis membutuhkan batasan yang jelas, termasuk dengan orang tua.
Namun, dalam banyak kasus:

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
