Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 April 2026 | 01.33 WIB

Kecanduan Scroll Media Sosial? Penjelasan Psikologi di Balik Doomscrolling Menurut Para Ahli

Ilustrasi orang sedang scroll media sosial. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang sedang scroll media sosial. (Freepik)

JawaPos.com — Doomscrolling adalah terminologi baru yang muncul pada sekitar tahun 2020 saat pandemi. 

Agar lebih paham terhadap konteks kata ini, Pernahkah kalian scrolling sosial media hingga lupa waktu? 

Berdasarkan akun TikTok @aljazeeraenglish, Doomscrolling pada awalnya merujuk pada aktivitas menyerap banyak informasi atau berita buruk dan negatif. 

Namun seiring waktu, makna kata ini bergeser secara semantik yang kini mengacu pada tindakan mengonsumsi informasi dalam format video vertikal secara berlebihan.

Dilansir dari April ABA, terdapat sekitar 210 juta orang (sekitar 4–5% pengguna global) yang mengalami kecanduan media sosial

Hal ini menimbulkan pertanyaan dari para psikolog. Kenapa sosial media begitu sulit dilepaskan dari perhatian kita? 

Bagaimana Otak Mencerna Sosial Media

Saya yakin, banyak dari kalian yang secara otomatis membuka sosial media ketika bangun atau sebelum tidur. 

Mungkin juga saat sedang bekerja, Anda berniat untuk membaca pesan yang masuk. Alih-alih kembali bekerja, Anda “tidak sengaja” membuka sosial media dan kembali nge-scroll. 

Hal ini bukan tanpa sengaja, sosial media memang memiliki desain yang merangsang dopamin – atau yang sering disebut zat bahagia – di otak untuk terus digunakan. 

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore