
seseorang yang tidak benar-benar meminta maaf./Freepik/glowonconcept
JawaPos.com - Meminta maaf adalah salah satu bentuk tanggung jawab emosional yang paling penting dalam hubungan manusia—baik itu hubungan romantis, persahabatan, keluarga, maupun profesional. Namun, tidak semua permintaan maaf benar-benar tulus.
Dalam psikologi, permintaan maaf yang sehat bukan hanya tentang kata-kata, tetapi juga tentang perubahan perilaku, empati, dan kesadaran diri.
Banyak orang terlihat “minta maaf”, tetapi sebenarnya hanya ingin meredakan konflik, menghindari konsekuensi, atau menjaga citra diri.
Dilansir dari Expert Editor pada Senin (6/4), terdapat delapan perilaku yang menunjukkan bahwa seseorang mungkin tidak benar-benar menyesal, meskipun mereka sudah mengucapkan kata “maaf”.
1. Mereka Mengalihkan Kesalahan
Alih-alih bertanggung jawab, mereka berkata seperti:
“Aku minta maaf, tapi kamu juga memancing reaksiku.”
“Aku cuma bereaksi dari apa yang kamu lakukan.”
Dalam psikologi, ini disebut blame-shifting. Orang tersebut tidak benar-benar mengakui kesalahan, melainkan membaginya agar terlihat lebih ringan. Permintaan maaf seperti ini kehilangan makna karena tidak ada kepemilikan atas tindakan sendiri.
2. Permintaan Maaf Mereka Bersyarat
Kalimat seperti:
“Maaf kalau kamu tersinggung.”
“Maaf jika itu membuatmu tidak nyaman.”
Terlihat sopan, tapi sebenarnya problematik. Ini bukan pengakuan kesalahan, melainkan meragukan perasaan orang lain. Seolah-olah masalahnya ada pada sensitivitas korban, bukan tindakan pelaku.
3. Mereka Mengulang Kesalahan yang Sama
Dalam psikologi perilaku, perubahan adalah indikator utama penyesalan yang tulus. Jika seseorang terus melakukan kesalahan yang sama setelah meminta maaf, itu menunjukkan bahwa:
Mereka tidak belajar dari kesalahan
Atau mereka tidak benar-benar peduli
Permintaan maaf tanpa perubahan hanyalah kata-kata kosong.
4. Mereka Terlihat Tidak Nyaman dengan Percakapan
Orang yang benar-benar menyesal biasanya siap menghadapi konsekuensi emosional dari tindakannya. Sebaliknya, orang yang tidak tulus akan:
Menghindari pembahasan lebih dalam
Terlihat gelisah atau ingin cepat mengakhiri percakapan
Mengalihkan topik
Ini menunjukkan bahwa fokus mereka bukan pada memperbaiki hubungan, melainkan menghindari ketidaknyamanan.
5. Mereka Membuat Diri Sendiri sebagai Korban
Contohnya:
“Aku sudah minta maaf, kenapa kamu masih marah?”
“Aku juga merasa buruk, kamu tidak mengerti perasaanku.”
Ini disebut emotional reversal. Mereka memindahkan fokus dari orang yang disakiti ke diri mereka sendiri, sehingga justru meminta simpati. Ini bukan empati—ini manipulasi halus.
6. Bahasa Tubuh Tidak Selaras
Psikologi komunikasi menunjukkan bahwa bahasa nonverbal sering lebih jujur daripada kata-kata. Tanda-tandanya:
Tidak melakukan kontak mata
Nada suara datar atau defensif
Ekspresi wajah tidak menunjukkan penyesalan
Ketidaksesuaian antara kata dan bahasa tubuh sering menjadi indikator ketidaktulusan.
7. Mereka Mengharapkan Segera Dimaafkan
Orang yang tulus memahami bahwa memaafkan butuh waktu. Namun, jika seseorang:
Menuntut agar kamu segera “move on”
Marah karena kamu masih terluka
Menganggap masalah selesai hanya karena mereka sudah minta maaf
Ini menunjukkan bahwa tujuan mereka adalah kenyamanan diri sendiri, bukan pemulihan hubungan.
8. Mereka Tidak Berusaha Memperbaiki Keadaan
Permintaan maaf yang tulus biasanya diikuti dengan tindakan nyata, seperti:
Mengganti kerugian
Memperbaiki kesalahan
Menunjukkan usaha agar hal yang sama tidak terulang
Jika tidak ada usaha konkret, maka permintaan maaf hanya bersifat simbolis—tanpa komitmen.
Kesimpulan
Dalam psikologi, permintaan maaf yang tulus memiliki tiga komponen utama:
Pengakuan kesalahan tanpa pembelaan
Empati terhadap perasaan orang lain
Komitmen untuk berubah
Jika salah satu dari komponen ini hilang—terutama perubahan perilaku—maka kemungkinan besar permintaan maaf tersebut tidak sepenuhnya tulus.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
