
seseorang yang membuat pasangannya merasa aman / freepik
JawaPos.com - Dalam sebuah hubungan, rasa aman bukan hanya soal kehadiran fisik atau komitmen jangka panjang. Lebih dari itu, rasa aman tumbuh dari bagaimana dua individu saling berkomunikasi. Kata-kata yang kita pilih, cara kita menyampaikan emosi, hingga bagaimana kita merespons pasangan—semuanya berperan besar dalam menciptakan atau justru merusak rasa aman tersebut.
Psikologi hubungan menunjukkan bahwa banyak konflik dalam hubungan bukan disebabkan oleh perbedaan besar, melainkan oleh kesalahan komunikasi kecil yang terjadi berulang kali. Tanpa disadari, kebiasaan-kebiasaan ini bisa membuat pasangan merasa tidak dihargai, tidak didengar, bahkan tidak dicintai.
Dilansir dari Expert Editor pada Minggu (12/4), jika Anda ingin membangun hubungan yang sehat dan penuh kepercayaan, berikut adalah delapan kesalahan komunikasi yang sebaiknya Anda hindari.
1. Tidak Mendengarkan Secara Aktif
Mendengar bukan berarti mendengarkan. Banyak orang hanya “menunggu giliran bicara” saat pasangan mereka berbicara, alih-alih benar-benar memahami isi dan emosi di balik kata-kata tersebut.
Mendengarkan secara aktif berarti:
Memberi perhatian penuh (tanpa distraksi)
Mengangguk atau memberi respons kecil
Mengulang inti pembicaraan untuk memastikan pemahaman
Ketika pasangan merasa didengar, mereka akan merasa dihargai dan aman untuk membuka diri.
2. Menggunakan Nada Menyalahkan
Kalimat seperti:
“Kamu selalu…”
“Kamu tidak pernah…”
adalah contoh komunikasi yang bersifat menyerang. Dalam psikologi, ini disebut sebagai blaming language, yang sering kali memicu defensif, bukan solusi.
Sebagai gantinya, gunakan pendekatan yang lebih sehat:
“Aku merasa sedih ketika…”
“Aku butuh…”
Pendekatan ini membantu pasangan memahami perasaan Anda tanpa merasa diserang.
3. Menghindari Percakapan Sulit
Menghindari konflik mungkin terasa nyaman dalam jangka pendek, tetapi dalam jangka panjang justru menumpuk masalah.
Psikologi menunjukkan bahwa hubungan yang sehat bukanlah yang bebas konflik, melainkan yang mampu mengelola konflik dengan baik.
Jika ada masalah:
Bicarakan dengan tenang
Pilih waktu yang tepat
Fokus pada solusi, bukan menyalahkan
4. Mengabaikan Bahasa Nonverbal
Komunikasi bukan hanya soal kata-kata. Ekspresi wajah, kontak mata, dan bahasa tubuh memiliki pengaruh besar.
Misalnya:
Menyilangkan tangan bisa terlihat defensif
Menghindari kontak mata bisa dianggap tidak peduli
Nada suara yang dingin bisa melukai meski kata-katanya baik
Keselarasan antara kata dan bahasa tubuh sangat penting untuk membangun rasa aman.
5. Terlalu Cepat Memberi Solusi
Ketika pasangan bercerita, sering kali yang mereka butuhkan bukan solusi, melainkan empati.
Kesalahan umum adalah langsung berkata:
“Ya sudah, lakukan saja ini…”
“Kenapa kamu tidak…”
Padahal, respons yang lebih tepat bisa berupa:
“Aku mengerti itu pasti berat buat kamu”
“Mau aku dengarkan dulu?”
Empati menciptakan koneksi emosional yang lebih dalam daripada sekadar solusi praktis.
6. Membandingkan dengan Orang Lain
Membandingkan pasangan dengan orang lain—baik mantan, teman, atau pasangan lain—adalah salah satu cara tercepat untuk merusak rasa aman.
Contoh:
“Kenapa kamu tidak seperti dia?”
“Pasangan orang lain bisa…”
Perbandingan seperti ini membuat pasangan merasa tidak cukup dan tidak dihargai.
Fokuslah pada keunikan hubungan Anda, bukan standar orang lain.
7. Menyimpan Perasaan Terlalu Lama
Memendam emosi mungkin terlihat seperti cara menghindari konflik, tetapi sebenarnya justru memperburuk keadaan.
Perasaan yang dipendam bisa berubah menjadi:
Kemarahan yang meledak
Jarak emosional
Rasa tidak percaya
Komunikasi yang sehat berarti jujur, tetapi tetap penuh rasa hormat.
8. Menggunakan Kata-Kata yang Merendahkan
Sindiran, sarkasme, atau ejekan sering kali dianggap “bercanda”, tetapi dalam jangka panjang bisa melukai.
Psikologi hubungan menunjukkan bahwa penghinaan kecil yang berulang dapat mengikis rasa aman dan kepercayaan.
Selalu tanyakan pada diri sendiri:
“Apakah kata-kata ini membangun atau justru merusak?”
Penutup: Komunikasi adalah Fondasi Rasa Aman
Rasa aman dalam hubungan tidak muncul begitu saja. Ia dibangun dari kebiasaan kecil yang konsisten—terutama dalam komunikasi.
Dengan menghindari delapan kesalahan di atas, Anda tidak hanya memperbaiki cara berkomunikasi, tetapi juga menciptakan ruang yang aman bagi pasangan untuk menjadi dirinya sendiri.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
