Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 April 2026 | 16.15 WIB

Pacaran dengan Orang Avoidant Membuat Hubungan Terlihat Tenang, Tapi Berjarak: Ini Penjelasannya Menurut Psikologi

Menjalin hubungan dengan orang avoidant (Pexels/Vitaly Gariev) - Image

Menjalin hubungan dengan orang avoidant (Pexels/Vitaly Gariev)

Di awal hubungan, pasangan avoidant biasanya terlihat tenang dan minim konflik.

Mereka jarang bertengkar dan tidak terlalu menuntut satu sama lain. Namun, di balik kenyamanan tersebut, ada potensi masalah yang muncul seiring waktu.

Hubungan bisa terasa datar, komunikasi kurang mendalam, dan kedekatan emosional sulit terbangun. Tanpa disadari, keduanya bisa saling menjauh meski masih bersama.

Menurut psikologi, salah satu tantangan terbesar adalah kurangnya keintiman emosional.

Kedua pihak cenderung menyimpan perasaan dan menghindari pembicaraan yang terlalu pribadi. Akibatnya, hubungan berjalan di permukaan saja terlihat baik, tetapi tidak benar-benar dalam.

Dalam jangka panjang, hal ini bisa menimbulkan rasa kosong atau kesepian.

Selain itu, pasangan avoidant biasanya menghindari konflik. Ketika ada masalah, mereka lebih memilih diam atau menjauh daripada membahasnya.

Ini memang membuat hubungan terlihat damai, tetapi masalah yang tidak diselesaikan bisa menumpuk. Tanpa komunikasi yang jelas, hubungan sulit berkembang.

Dilansir dari simplyphysicology, dalam beberapa kasus hubungan juga bisa mengalami pola tarik-ulur.

Kadang ingin dekat, tetapi saat kedekatan itu muncul, justru merasa tidak nyaman dan memilih menjauh. Siklus ini bisa terjadi berulang kali dan membuat hubungan terasa tidak stabil.

Ketakutan terhadap komitmen juga sering muncul. Pasangan avoidant cenderung menghindari pembicaraan serius tentang masa depan atau status hubungan.

Mereka lebih nyaman menjalani hubungan tanpa kejelasan, yang pada akhirnya bisa menimbulkan kebingungan.

Meski begitu, hubungan ini tetap bisa berhasil jika kedua pihak mau berusaha. Kuncinya adalah kesadaran diri dan kemauan untuk berubah.

Mulai dari hal sederhana seperti belajar mengungkapkan perasaan, membangun komunikasi yang lebih terbuka, hingga meluangkan waktu berkualitas bersama.

Prosesnya memang tidak mudah dan membutuhkan waktu. Namun, dengan komitmen dan kesabaran, pasangan avoidant bisa membangun hubungan yang lebih sehat.

Pada akhirnya, hubungan seperti ini bukan tidak mungkin berhasil, asal kedua pihak mau keluar dari zona nyaman dan bertumbuh bersama.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore