Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 April 2026 | 01.26 WIB

Jika Anda Bangun Tidur Setiap Hari dengan Perasaan Tidak Termotivasi, 7 Kebiasaan Pagi Ini Mungkin Akan Mengubah Segalanya Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang bangun dengan perasaan lelah / Freepik - Image

Ilustrasi seseorang yang bangun dengan perasaan lelah / Freepik

JawaPos.com - Bangun di pagi hari seharusnya menjadi momen awal yang segar untuk memulai hari. Namun, bagi banyak orang, kenyataannya justru sebaliknya. Alih-alih merasa berenergi dan siap menghadapi aktivitas, mereka justru bangun dengan tubuh yang terasa berat, pikiran yang kusut, dan motivasi yang hampir tidak ada.

Jika Anda merasa seperti ini hampir setiap hari, Anda tidak sendirian. Psikologi modern menunjukkan bahwa kondisi ini sering kali bukan sekadar masalah kurang tidur, tetapi juga terkait dengan kebiasaan pagi yang kurang tepat. Kabar baiknya, ada beberapa perubahan kecil yang bisa memberikan dampak besar.

Dilansir dari Expert Editor pada Jumat (24/5), terdapat tujuh kebiasaan pagi yang secara psikologis terbukti dapat membantu Anda merasa lebih berenergi, fokus, dan termotivasi.

1. Jangan Langsung Mengecek Ponsel

Banyak orang memulai hari dengan membuka media sosial atau email. Secara psikologis, ini bisa langsung membanjiri otak dengan informasi, tuntutan, dan perbandingan sosial.

Akibatnya, Anda belum benar-benar “hadir” dalam diri sendiri, tetapi sudah terseret ke dunia luar. Ini dapat meningkatkan stres sejak menit pertama Anda bangun.

Solusi: Beri jeda setidaknya 20–30 menit sebelum menyentuh ponsel. Gunakan waktu itu untuk fokus pada diri sendiri.

2. Bangun pada Waktu yang Konsisten

Tubuh manusia memiliki ritme sirkadian, yaitu jam biologis internal. Bangun di waktu yang berbeda setiap hari dapat mengacaukan ritme ini dan menyebabkan rasa lelah berkepanjangan.

Secara psikologis, rutinitas yang konsisten memberikan rasa stabilitas dan kontrol.

Solusi: Cobalah bangun pada waktu yang sama setiap hari, bahkan di akhir pekan.

3. Paparan Cahaya Alami

Cahaya pagi membantu menghentikan produksi melatonin (hormon tidur) dan meningkatkan serotonin, yang berperan dalam suasana hati.

Kurangnya cahaya alami di pagi hari dapat membuat otak “mengira” Anda masih perlu tidur.

Solusi: Buka jendela, keluar sebentar, atau duduk di tempat yang terkena sinar matahari selama beberapa menit.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore