Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Mei 2026 | 22.29 WIB

Orang yang Tumbuh dalam Kemiskinan Sering Membawa 10 Kebiasaan Diam-Diam Ini hingga Dewasa Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang tumbuh dalam kemiskinan / freepik - Image

Ilustrasi seseorang yang tumbuh dalam kemiskinan / freepik

JawaPos.com - Kemiskinan bukan hanya soal kekurangan materi. Ia juga membentuk cara berpikir, kebiasaan, dan respons emosional seseorang terhadap dunia.

Pengalaman hidup dalam keterbatasan sejak kecil sering meninggalkan jejak psikologis yang terbawa hingga dewasa—bahkan ketika kondisi ekonomi sudah membaik.

Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (2/5), terdapat 10 kebiasaan “diam-diam” yang sering dimiliki oleh orang yang tumbuh dalam kemiskinan, berdasarkan sudut pandang psikologi:

1. Sulit Merasa Aman Secara Finansial

Meskipun sudah memiliki penghasilan stabil, banyak orang yang tumbuh dalam kemiskinan tetap merasa cemas soal uang. Ini berkaitan dengan scarcity mindset—pola pikir kelangkaan—yang membuat seseorang selalu merasa “tidak cukup”.

2. Cenderung Menyimpan Barang Berlebihan

Kebiasaan menyimpan barang, bahkan yang sudah tidak terpakai, sering muncul karena pengalaman masa lalu saat sulit mendapatkan sesuatu. Secara psikologis, ini adalah bentuk mekanisme perlindungan terhadap kemungkinan kekurangan di masa depan.

3. Sulit Menikmati Pengeluaran

Membeli sesuatu untuk diri sendiri bisa terasa bersalah. Bahkan untuk hal kecil seperti makan enak atau membeli pakaian baru, sering muncul perasaan “tidak pantas” atau takut menyesal.

4. Sangat Sensitif terhadap Harga

Orang yang terbiasa hidup hemat sejak kecil cenderung sangat memperhatikan harga, diskon, dan nilai barang. Mereka sering membandingkan harga secara detail, bahkan ketika sebenarnya mampu membeli tanpa masalah.

5. Takut Mengambil Risiko

Kemiskinan sering mengajarkan bahwa kesalahan bisa berakibat fatal. Akibatnya, saat dewasa, mereka cenderung menghindari risiko—baik dalam karier, bisnis, maupun keputusan hidup—karena takut kehilangan stabilitas.

6. Mandiri Secara Berlebihan

Banyak yang tumbuh dalam kondisi sulit belajar untuk mengandalkan diri sendiri sejak dini. Ini bisa menjadi kekuatan, tetapi juga membuat mereka sulit meminta bantuan, bahkan ketika benar-benar membutuhkan.

7. Merasa Harus Selalu “Siap Darurat”

Mereka sering memiliki kebiasaan menabung secara ekstrem atau selalu memikirkan skenario terburuk. Ini bukan sekadar perencanaan, tetapi refleks dari pengalaman masa lalu yang penuh ketidakpastian.

8. Sulit Mempercayai Stabilitas

Ketika seseorang terbiasa hidup dalam kondisi yang tidak menentu, kestabilan justru terasa asing. Mereka bisa merasa cemas ketika hidup terasa “terlalu tenang”, seolah-olah sesuatu buruk akan segera terjadi.

9. Sangat Menghargai Hal Kecil

Di sisi positif, pengalaman hidup dalam kemiskinan sering membuat seseorang lebih menghargai hal-hal sederhana—makanan, waktu bersama keluarga, atau kesempatan kecil. Ini berkaitan dengan peningkatan rasa syukur.

10. Memiliki Empati yang Tinggi

Karena pernah merasakan kesulitan, mereka biasanya lebih peka terhadap penderitaan orang lain. Empati ini sering membuat mereka lebih peduli, dermawan, dan memahami perjuangan hidup orang lain.

Penutup

Kebiasaan-kebiasaan ini tidak selalu negatif. Banyak di antaranya justru menjadi kekuatan—seperti ketahanan mental, empati, dan kemampuan beradaptasi. Namun, penting juga untuk menyadari mana yang mungkin sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini.

Memahami akar psikologis dari kebiasaan kita adalah langkah awal untuk berkembang. Masa lalu membentuk kita, tetapi tidak harus membatasi kita.***
Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore