ilustrasi orang yang mengalami quarter life crisis. (Freepik)
JawaPos.com-Tidak sedikit anak muda yang terlihat menjalani hidup seperti biasa. Kuliah, bekerja, atau mulai mandiri, tetapi diam-diam merasa kosong dan bingung dengan arah hidupnya. Kondisi tersebut dikenal sebagai quarter life crisis (QLC) atau krisis seperempat abad, yaitu fase krisis yang muncul di usia dewasa awal ketika seseorang mulai mempertanyakan banyak hal dalam hidupnya.
Berdasarkan jurnal Early Adult Crisis Episodes in Emerging Adulthood yang ditulis oleh Oliver C. Robinson dan dipublikasikan di Journal of Emerging Adulthood (2025), Indonesia mencatat angka tertinggi dibanding tujuh negara lain dengan prevalensi mencapai 77,1 persen. Artinya, sekitar tiga dari empat anak muda pernah mengalami fase ini, terutama di usia 20–29 tahun, dengan durasi yang bisa berlangsung hingga satu sampai dua tahun.
Berikut tujuh sinyal yang sering muncul, meski dari luar tampaknya baik-baik saja:
Penilaian terhadap diri sendiri cenderung negatif, bahkan ketika sudah mencapai sesuatu. Perasaan tidak cukup pintar, tidak cukup sukses, atau tidak sebaik orang lain muncul berulang. Dalam penelitian tersebut, evaluasi diri negatif menjadi salah satu tanda paling dominan dalam QLC.
Kekhawatiran tentang karier, keuangan, atau kehidupan pribadi muncul terus-menerus dan sulit dikendalikan. Rasa cemas ini tidak selalu disertai solusi, sehingga justru membuat pikiran semakin penuh dan tidak tenang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022