
seseorang yang benar-benar bahagia di usia senja / foto: Magnific/user25451090
JawaPos.com - Menua sering dianggap sebagai fase kehidupan yang penuh keterbatasan. Rambut mulai memutih, energi tidak lagi sama, dan banyak perubahan datang tanpa permisi. Namun menariknya, berbagai penelitian psikologi justru menunjukkan bahwa banyak orang merasa lebih damai dan lebih bahagia ketika memasuki usia senja dibandingkan masa muda mereka.
Mengapa bisa begitu?
Jawabannya bukan karena hidup mereka menjadi sempurna. Bukan pula karena semua masalah selesai. Orang-orang yang benar-benar bahagia di usia senja biasanya memiliki cara pandang yang berbeda terhadap kehidupan. Mereka belajar melepaskan hal-hal yang dulu terasa sangat penting, tetapi ternyata hanya menguras energi emosional.
Dalam psikologi, kondisi ini sering dikaitkan dengan kematangan emosional dan kemampuan menerima hidup apa adanya. Seiring bertambahnya usia, seseorang cenderung memahami bahwa waktu terlalu berharga untuk dihabiskan demi hal-hal yang tidak membawa ketenangan batin.
Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (12/5), terdapat tujuh hal yang biasanya sudah tidak lagi dipedulikan oleh orang-orang yang benar-benar bahagia di usia senja.
1. Keinginan untuk Menyenangkan Semua Orang
Ketika masih muda, banyak orang hidup dengan dorongan untuk diterima. Mereka takut dianggap gagal, takut dikritik, atau takut mengecewakan orang lain. Akibatnya, hidup dipenuhi kompromi yang melelahkan.
Namun orang-orang yang bahagia di usia senja sadar bahwa mustahil membuat semua orang puas.
Psikologi sosial menjelaskan bahwa manusia memiliki kebutuhan alami untuk diterima dalam kelompok. Tetapi jika kebutuhan itu terlalu dominan, seseorang akan kehilangan identitas dirinya sendiri. Mereka terus menyesuaikan diri sampai lupa apa yang sebenarnya mereka inginkan.
Di usia yang lebih matang, banyak orang mulai memahami bahwa hidup tidak harus selalu mendapat persetujuan dari semua pihak. Mereka berhenti meminta validasi terus-menerus.
Mereka tidak lagi merasa bersalah karena berkata “tidak.”
Mereka tidak memaksakan diri hadir di semua acara.
Mereka juga tidak lagi terlalu memikirkan komentar negatif yang tidak membangun.
Bukan berarti mereka menjadi egois. Justru sebaliknya, mereka menjadi lebih tulus karena keputusan yang diambil berasal dari kesadaran diri, bukan tekanan sosial.
Orang yang damai di usia senja biasanya lebih memilih hubungan yang sehat daripada hubungan yang hanya dipertahankan demi pencitraan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022