
seseorang yang tidak layak dipertahankan dalam hidup / foto: Magnific/pressfoto
JawaPos.com - Ada buku yang menghibur, ada buku yang memberi informasi, lalu ada jenis buku yang terasa seperti cermin terlalu jujur—membuat kita tidak nyaman, mempertanyakan keyakinan lama, dan melihat hidup dari sudut yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.
Secara psikologis, rasa tidak nyaman saat membaca bukan selalu tanda bahwa sebuah buku “terlalu berat” atau “terlalu gelap.” Justru, psikologi menyebut fenomena ini sebagai cognitive dissonance—ketegangan mental yang muncul ketika informasi baru bertabrakan dengan keyakinan, nilai, atau kebiasaan yang selama ini kita pegang. Saat dikelola dengan baik, ketidaknyamanan ini bisa menjadi awal pertumbuhan mental dan emosional.
Beberapa buku punya kemampuan unik untuk melakukan itu: membuatmu gelisah, termenung, bahkan mungkin sedikit terguncang selama berminggu-minggu. Namun setelah selesai, kamu menyadari bahwa cara pandangmu terhadap manusia, hubungan, kesuksesan, kegagalan, bahkan dirimu sendiri, tidak lagi sama.
Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (16/5), terdapat 9 buku yang menurut banyak pembaca dan perspektif psikologi mampu memberikan efek tersebut.
1. Man’s Search for Meaning – Viktor Frankl
Ditulis oleh seorang psikiater sekaligus penyintas kamp konsentrasi Nazi, buku ini bukan bacaan yang ringan.
Frankl menceritakan bagaimana manusia tetap bisa menemukan makna bahkan di tengah penderitaan ekstrem. Yang membuat buku ini tidak nyaman adalah kenyataan pahit yang ia sodorkan: banyak hal dalam hidup berada di luar kendali kita.
Kita tidak bisa selalu memilih apa yang terjadi, tetapi kita bisa memilih respons terhadapnya.
Secara psikologis, buku ini menantang pola pikir modern yang sering menghubungkan kebahagiaan dengan kenyamanan. Frankl justru menunjukkan bahwa makna sering lahir dari perjuangan, kehilangan, dan rasa sakit.
Setelah membacanya, banyak orang mulai mempertanyakan:
Apakah aku mengejar kenyamanan, atau benar-benar hidup dengan tujuan?
2. The Denial of Death – Ernest Becker
Buku ini menyerang salah satu ketakutan terdalam manusia: kematian.
Becker berargumen bahwa hampir semua perilaku manusia—ambisi, status sosial, pencapaian, bahkan konflik—berakar dari upaya bawah sadar untuk melawan kenyataan bahwa kita fana.
Ini bukan ide yang menyenangkan.
Namun dari perspektif psikologi eksistensial, kesadaran akan kematian justru bisa membuat hidup lebih autentik. Ketika kita menerima keterbatasan waktu, kita mulai lebih selektif dalam memilih apa yang benar-benar penting.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022