Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Mei 2026 | 04.35 WIB

Orang yang Lebih Menyukai Keheningan daripada Musik di Rumah Memiliki 8 Ciri Tidak Umum Ini Menurut Psikologi

seseorang yang lebih menyukai keheningan / foto: Magnific/photoigorshmanko - Image

seseorang yang lebih menyukai keheningan / foto: Magnific/photoigorshmanko

JawaPos.com - Di era ketika musik tersedia hanya dengan satu sentuhan—mulai dari playlist santai, podcast, hingga suara latar untuk bekerja—memilih keheningan justru terasa seperti keputusan yang tidak biasa. Banyak orang merasa rumah yang tenang terlalu “kosong” tanpa suara televisi, radio, atau musik yang terus mengalun.

Namun, ada sebagian orang yang justru merasa paling nyaman saat rumah benar-benar hening.

Bagi mereka, keheningan bukan tanda kesepian atau kebosanan. Sebaliknya, itu adalah ruang bernapas. Tempat pikiran bisa bekerja tanpa gangguan, emosi lebih stabil, dan energi mental dapat dipulihkan.

Menurut psikologi, preferensi terhadap keheningan sering kali berkaitan dengan pola kognitif, sensitivitas sensorik, dan cara seseorang mengelola emosi. Orang yang lebih suka rumah tenang sering memiliki karakteristik yang cukup unik dibanding kebanyakan orang.

Dilansir dari Expert Editor pada Rabu (20/5), terdapat delapan ciri yang sering dimiliki mereka.

1. Mereka memiliki tingkat kesadaran diri yang tinggi

Orang yang menikmati keheningan biasanya lebih terbiasa menghabiskan waktu bersama pikirannya sendiri.

Tanpa distraksi dari musik atau suara lain, mereka lebih mudah memperhatikan apa yang sedang dirasakan, dipikirkan, atau dikhawatirkan. Mereka cenderung reflektif dan sering melakukan evaluasi diri secara alami.

Dalam psikologi, kemampuan ini berkaitan dengan self-awareness, yaitu kapasitas mengenali kondisi emosional, motivasi, dan pola perilaku diri sendiri.

Keheningan memberi mereka ruang untuk mendengar “suara internal” yang sering tenggelam oleh kebisingan sehari-hari.

2. Mereka mudah overstimulated oleh lingkungan

Tidak semua orang memproses stimulus dengan cara yang sama.

Sebagian orang sangat toleran terhadap kebisingan, suara latar, dan multitasking. Namun orang yang lebih menyukai keheningan sering kali memiliki sensitivitas sensorik lebih tinggi.

Mereka lebih cepat merasa lelah ketika terlalu banyak suara, percakapan, notifikasi, atau musik yang terus berjalan.

Psikologi menyebut kondisi ini sebagai sensory overload—ketika otak menerima terlalu banyak input sekaligus.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore