
seseorang yang jarang dikunjungi dan ditelepon oleh anak-anaknya / foto: Magnific/freepik
JawaPos.com - Hubungan antara orang tua dan anak tidak berhenti ketika anak beranjak dewasa. Justru, ketika mereka mulai membangun kehidupan sendiri, hubungan tersebut memasuki fase yang baru. Pada tahap ini, ikatan yang sehat biasanya didasarkan pada rasa saling menghormati, kepercayaan, dan kebebasan.
Namun, tidak sedikit orang tua yang merasa sedih karena anak-anak mereka yang sudah dewasa semakin jarang menelepon, mengirim pesan, atau berkunjung ke rumah. Banyak yang langsung berasumsi bahwa anak-anak mereka terlalu sibuk, kurang peduli, atau bahkan tidak menghargai keluarga.
Meski kesibukan dan jarak memang bisa menjadi faktor, psikologi menunjukkan bahwa terkadang ada pola perilaku tertentu dari orang tua yang tanpa disadari membuat anak dewasa menjaga jarak. Ini bukan berarti orang tua berniat buruk. Sebaliknya, sebagian besar perilaku tersebut muncul dari rasa sayang, kekhawatiran, atau kebiasaan yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun.
Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (2/6), terdapat delapan perilaku yang menurut berbagai penelitian psikologi dapat membuat anak-anak dewasa lebih enggan untuk sering menghubungi atau mengunjungi orang tua mereka.
1. Terlalu Sering Mengkritik
Kritik yang terus-menerus, bahkan yang dimaksudkan sebagai nasihat, dapat membuat anak dewasa merasa tidak pernah cukup baik.
Misalnya, setiap kali mereka datang berkunjung, pembicaraan selalu berujung pada komentar seperti:
"Kapan kamu naik jabatan?"
"Kenapa rumahmu masih kecil?"
"Kamu seharusnya mendidik anakmu seperti ini."
Meskipun niatnya membantu, kritik yang berulang menciptakan pengalaman emosional yang melelahkan. Lama-kelamaan, anak akan mengasosiasikan interaksi dengan orang tua sebagai sumber stres, bukan kenyamanan.
Psikologi hubungan menunjukkan bahwa manusia cenderung mendekati orang yang membuat mereka merasa diterima dan menjauhi orang yang membuat mereka merasa terus dinilai.
2. Sulit Menghormati Batasan Pribadi
Anak yang sudah dewasa membutuhkan ruang untuk mengambil keputusan sendiri.
Namun, beberapa orang tua tetap ingin mengetahui setiap detail kehidupan anak mereka, mulai dari keuangan, hubungan asmara, hingga keputusan pengasuhan anak.
Ketika orang tua terus memaksa masuk ke area yang dianggap pribadi, anak bisa merasa kehilangan otonomi.
Batasan yang sehat bukan tanda kurangnya kasih sayang. Sebaliknya, batasan adalah bentuk penghormatan terhadap identitas dan kemandirian seseorang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022