
Ilustrasi kebiasaan di tempat kerja yang membuat Anda tidak disukai (Magnific/Garetvisual)
JawaPos.com - Etika dan tata krama menyelimuti seluruh kehidupan sosial Anda, tak terkecuali di tempat kerja.
Rosalinda Randall, seorang pakar etika membagikan tanda Anda harus mengevaluasi diri, salah satunya jika rekan kerja menghindari duduk di samping Anda saat rapat.
Sementara itu, Kristi Spencer, pendiri The Polite Company mengatakan bahwa lingkungan kerja adalah tempat dengan tingkat stres tinggi yang memengaruhi kesadaran dan perilaku seseorang hingga membuat kesal yang lainnya.
Supaya itu tidak terjadi, Anda perlu membaca ini. Dilansir JawaPos.com dari parade pada Rabu (3/6), berikut ini sembilan kebiasaan di tempat kerja yang membuat Anda langsung tidak disukai menurut pakar etika.
1. Tidak Mengucapkan Salam dan Perpisahan
Para pakar etika mengatakan bahwa kebiasaan tidak memberikan ucapan salam saat datang maupun pulang di tempat kerja akan membuat Anda tidak disukai.
Spencer menjelaskan, perilaku ini akan membuat rekan kerja Anda bertanya-tanya 'apakah ada yang salah?' atau 'apakah Anda marah kepada mereka?'.
Alhasil, mereka membuang-buang waktu hanya untuk khawatir daripada fokus pada pekerjaannya.
2. Terus Bekerja saat Seseorang Berbicara kepada Anda
Semua orang di kantor pasti sibuk dan mencoba menyelesaikan tugasnya masing-masing.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022