Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 Juni 2026 | 03.23 WIB

Seni Kedewasaan: 7 Momen Ketika Orang Pintar Memilih untuk Pergi Begitu Saja

seseorang yang pergi begitu saja / foto: Magnific/Who is Danny - Image

seseorang yang pergi begitu saja / foto: Magnific/Who is Danny

JawaPos.com - Ada sebuah anggapan yang sering tertanam dalam pikiran banyak orang: jika sesuatu penting, maka kita harus bertahan sekuat mungkin. Kita diajarkan untuk tidak menyerah, untuk terus berjuang, dan untuk mempertahankan apa yang sudah kita bangun.

Namun, psikologi menunjukkan bahwa kedewasaan bukan hanya tentang kemampuan bertahan. Dalam banyak situasi, kedewasaan justru terlihat dari kemampuan mengenali kapan harus berhenti, kapan harus melepaskan, dan kapan harus pergi.

Orang yang benar-benar cerdas memahami bahwa waktu, energi, dan kesehatan mental adalah sumber daya yang terbatas. Mereka tidak menghabiskan semuanya untuk pertempuran yang tidak mungkin dimenangkan atau hubungan yang sudah lama kehilangan makna.

Dilansir dari Expert Editor pada Jumat (5/6), terdapat tujuh momen ketika orang pintar memilih untuk pergi begitu saja—bukan karena lemah, tetapi karena mereka memahami nilai diri mereka sendiri.

1. Ketika Mereka Tidak Lagi Dihormati

Rasa hormat adalah fondasi dari setiap hubungan yang sehat, baik dalam keluarga, pertemanan, maupun dunia kerja.

Masalahnya, banyak orang bertahan terlalu lama di lingkungan yang terus-menerus meremehkan mereka. Mereka berharap keadaan akan berubah jika mereka bekerja lebih keras, lebih sabar, atau lebih banyak berkorban.

Namun orang pintar menyadari satu hal penting: Anda tidak bisa memaksa orang lain untuk menghargai Anda.

Ketika seseorang berulang kali mengabaikan batasan, meremehkan kontribusi, atau memperlakukan mereka dengan tidak hormat, mereka tidak menghabiskan energi untuk membuktikan nilai diri.

Mereka pergi.

Bukan dengan kemarahan besar atau drama yang melelahkan. Mereka hanya berhenti memberikan akses kepada orang yang tidak menghargai keberadaan mereka.

Karena mereka tahu, harga diri tidak dibangun dari pengakuan orang lain, melainkan dari standar yang mereka tetapkan untuk diri sendiri.

2. Ketika Sebuah Percakapan Tidak Lagi Bertujuan Mencari Kebenaran

Tidak semua diskusi layak dimenangkan.

Dalam psikologi komunikasi, ada perbedaan besar antara dialog dan debat ego. Dialog bertujuan memahami. Debat ego bertujuan menang.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore