
Ilustrasi orang yang sedang khawatir. (Magnific)
JawaPos.Com - Menjadi anak yang cerdas sering dianggap sebagai anugerah besar. Mereka mudah memahami pelajaran, cepat menemukan solusi, dan sering menjadi kebanggaan keluarga maupun sekolah.
Dari luar, kehidupan mereka tampak berjalan lebih mudah dibandingkan anak-anak lain. Namun kenyataannya tidak selalu demikian.
Di balik nilai tinggi dan pujian yang terus berdatangan, banyak anak cerdas menghadapi tekanan yang tidak terlihat oleh orang lain.
Seiring waktu, tekanan tersebut dapat meninggalkan jejak emosional yang bertahan hingga dewasa.
Bahkan, tidak sedikit orang dewasa yang sangat cemas ternyata pernah menjadi anak-anak yang dianggap paling pintar di lingkungannya.
Kecemasan yang mereka rasakan bukan muncul begitu saja. Sering kali, akar masalahnya berasal dari pengalaman masa kecil yang membentuk cara mereka memandang diri sendiri, orang lain, dan dunia di sekitarnya.
Dilansir dari Yourtango, inilah tujuh pengalaman masa kecil yang sering mengubah anak-anak paling cerdas menjadi orang dewasa yang sangat cemas.
1. Terlalu Sering Dipuji Karena Prestasi
Banyak anak cerdas tumbuh dengan identitas yang sangat melekat pada prestasi.
Setiap nilai tinggi mendapat pujian, setiap kemenangan dirayakan, dan setiap keberhasilan dianggap sebagai bukti bahwa mereka istimewa.
Sekilas hal ini terdengar positif. Namun ketika pujian hanya berfokus pada hasil, anak mulai percaya bahwa nilai dirinya bergantung pada pencapaian.
Lambat laun mereka merasa harus selalu sempurna. Ketika dewasa, kegagalan kecil bisa terasa seperti bencana besar.
Mereka menjadi takut melakukan kesalahan karena khawatir kehilangan pengakuan yang selama ini menjadi sumber rasa percaya diri.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022