Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 Juni 2026 | 01.56 WIB

Anda Tahu bahwa Anda Dididik dengan Baik jika 10 Tata Krama Ini Masih Anda Tunjukkan secara Alami Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang didik dengan baik (Magnific/Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang didik dengan baik (Magnific/Freepik)

JawaPos.com - Di tengah dunia yang semakin serba cepat dan dipenuhi interaksi digital, tata krama sering kali dianggap sebagai sesuatu yang kuno atau sekadar formalitas. Padahal, menurut psikologi, kebiasaan-kebiasaan sederhana yang mencerminkan rasa hormat dan kepedulian terhadap orang lain justru merupakan tanda kedewasaan emosional, kecerdasan sosial, dan kualitas pendidikan yang baik.

Menariknya, orang yang benar-benar dididik dengan baik tidak harus selalu terlihat kaku atau terlalu formal. Mereka justru menampilkan sikap-sikap ini secara alami, tanpa dibuat-buat. Kebiasaan tersebut telah menjadi bagian dari karakter mereka.

Dilansir dari Expert Editor pada Senin (15/6), terdapat sepuluh tata krama yang masih ditunjukkan secara spontan oleh orang-orang yang dididik dengan baik, dan mengapa psikologi memandangnya sebagai tanda kualitas pribadi yang kuat.

1. Mengucapkan "Tolong" dan "Terima Kasih" Tanpa Perlu Diingatkan

Ungkapan sederhana seperti "tolong" dan "terima kasih" mungkin terdengar sepele, tetapi psikologi sosial menunjukkan bahwa penghargaan terhadap orang lain dapat memperkuat hubungan interpersonal dan menciptakan suasana yang lebih positif.

Orang yang dididik dengan baik tidak mengucapkan kata-kata tersebut karena kewajiban, melainkan karena mereka memahami bahwa setiap bantuan, sekecil apa pun, layak dihargai. Mereka berterima kasih kepada pelayan restoran, petugas kebersihan, rekan kerja, bahkan anggota keluarga mereka sendiri.

Sikap ini menunjukkan adanya empati dan rasa hormat yang tulus.

2. Tidak Memotong Pembicaraan Orang Lain

Banyak orang mendengarkan hanya untuk menunggu giliran berbicara. Sebaliknya, orang yang memiliki tata krama baik benar-benar memberi kesempatan kepada orang lain untuk menyelesaikan kalimat mereka.

Dalam psikologi komunikasi, kemampuan mendengarkan secara aktif merupakan tanda kecerdasan emosional yang tinggi. Dengan tidak menyela pembicaraan, seseorang menunjukkan bahwa pendapat orang lain memiliki nilai dan pantas didengarkan.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore