
Ilustrasi seseorang yang membuat temannya merasa bersalah (Magnific/Jomkwan)
JawaPos.com - Tidak semua rasa bersalah muncul karena kita memang melakukan kesalahan. Dalam hubungan yang tidak sehat, rasa bersalah sering kali sengaja diciptakan oleh orang-orang toxic untuk menghindari tanggung jawab atas perilaku mereka sendiri. Psikologi mengenal berbagai bentuk manipulasi emosional yang membuat seseorang mempertanyakan dirinya sendiri, bahkan ketika ia sebenarnya adalah pihak yang dirugikan.
Orang yang manipulatif biasanya tidak selalu berteriak atau bersikap kasar secara terang-terangan. Mereka justru menggunakan kata-kata yang terdengar masuk akal, penuh emosi, atau bahkan seolah-olah menunjukkan kepedulian. Akibatnya, korban merasa bersalah, meminta maaf, dan terus menyalahkan diri sendiri.
Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (20/6), terdapat sembilan alasan yang sering digunakan orang-orang toxic untuk membuatmu merasa bersalah, padahal menurut psikologi, kesalahan sebenarnya ada pada mereka.
1. "Kalau Kamu Benar-Benar Peduli, Kamu Pasti Mengerti Aku"
Kalimat ini terdengar seperti permintaan pengertian, tetapi sering digunakan sebagai alat manipulasi. Orang toxic berusaha mengaitkan kasih sayang dengan kewajiban untuk selalu memaklumi kesalahan mereka.
Menurut psikologi, hubungan yang sehat tidak dibangun di atas pengorbanan sepihak. Setiap orang tetap bertanggung jawab atas tindakan dan perilakunya sendiri. Peduli kepada seseorang bukan berarti harus menerima kebohongan, pengkhianatan, atau perlakuan buruk yang terus berulang.
Ketika seseorang menggunakan cinta atau kepedulian sebagai alasan agar kesalahannya dimaklumi, ia sebenarnya sedang menghindari akuntabilitas.
2. "Kamu Terlalu Sensitif"
Ini merupakan salah satu bentuk manipulasi yang dikenal sebagai gaslighting. Orang toxic berusaha membuatmu percaya bahwa perasaanmu berlebihan atau tidak valid.
Misalnya, ketika kamu terluka oleh perkataan mereka, mereka justru mengatakan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
