
seseorang yang mencapai kedamaian batin / foto: Magnific/vkstudio
JawaPos.com - Banyak orang menghabiskan sebagian besar hidupnya mengejar sesuatu yang mereka pikir akan membuat mereka bahagia: pengakuan dari orang lain, pencapaian besar, kekayaan, hubungan sempurna, atau kehidupan yang terlihat mengagumkan dari luar. Namun, psikologi modern menunjukkan bahwa kebahagiaan yang paling stabil sering kali bukan berasal dari apa yang kita miliki, melainkan dari apa yang sudah tidak lagi kita perlukan untuk merasa cukup.
Kedamaian batin bukan berarti seseorang tidak memiliki ambisi, tidak mengalami masalah, atau selalu merasa senang. Kedamaian batin adalah kondisi ketika seseorang tidak lagi bergantung sepenuhnya pada faktor eksternal untuk merasa berharga dan tenang.
Dalam psikologi, hal ini sering dikaitkan dengan konsep seperti self-acceptance (penerimaan diri), emotional regulation (pengelolaan emosi), internal locus of control (kendali dari dalam diri), dan psychological flexibility (fleksibilitas psikologis).
Dilansir dari Expert Editor pada Kamis (25/6), terdapat 9 hal yang, ketika Anda tidak lagi membutuhkannya untuk merasa bahagia, bisa menjadi tanda bahwa Anda telah mencapai kedamaian batin yang lebih dalam.
1. Anda Tidak Lagi Membutuhkan Persetujuan Semua Orang
Salah satu tanda kedewasaan emosional adalah ketika Anda berhenti hidup untuk mendapatkan validasi dari semua orang.
Banyak orang merasa bahagia hanya ketika mereka dipuji, diterima, atau dianggap baik oleh lingkungan sekitar. Mereka mengubah cara berbicara, berpakaian, mengambil keputusan, bahkan memilih jalan hidup berdasarkan ekspektasi orang lain.
Menurut psikologi, kebutuhan berlebihan akan persetujuan sering berkaitan dengan rasa percaya diri yang bergantung pada penilaian eksternal.
Ketika seseorang mencapai kedamaian batin, mereka mulai memahami:
"Saya tetap berharga meskipun tidak semua orang memahami saya."
Mereka tetap menghargai pendapat orang lain, tetapi tidak lagi membiarkan opini orang lain menentukan nilai dirinya.
Mereka tahu bahwa ditolak bukan berarti tidak berharga. Tidak disukai bukan berarti gagal.
2. Anda Tidak Lagi Membutuhkan Kesempurnaan untuk Merasa Cukup
Perfeksionisme sering terlihat seperti motivasi positif, tetapi dalam banyak kasus justru menjadi sumber tekanan mental.
Orang yang selalu mengejar kesempurnaan sering hidup dengan pikiran:
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
Prediksi Skor Thailand vs Singapura: Gajah Perang Selangkah Lagi ke Final Piala AFF 2026!
Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
