
Ilustrasi stalking mantan/freepik
JawaPos.com – Setelah sebuah hubungan berakhir, setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menghadapi proses move on. Sebagian orang dapat melanjutkan hidup dengan cepat, sementara yang lain masih sesekali mengikuti perkembangan mantan pasangan melalui media sosial.
Dalam psikologi, kebiasaan tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti rasa ingin tahu, ikatan emosional yang belum sepenuhnya selesai, atau kesulitan beradaptasi dengan perubahan setelah putus hubungan. Tanpa disadari, ada sejumlah perilaku yang kerap menjadi tanda seseorang masih memperhatikan aktivitas mantannya secara diam-diam.
Mengutip geediting.com pada Rabu (25/6), terdapat delapan ciri yang menurut psikologi sering ditemukan pada orang yang masih diam-diam memantau mantan pasangan melalui media sosial.
1. Didorong rasa penasaran
Godaan untuk mencari tahu tentang masa lalu pasangan seringkali dimulai dari rasa ingin tahu yang tampak tidak berbahaya. Seseorang mungkin berdalih bahwa mengintip media sosial mantan pasangannya hanya sekadar untuk memuaskan keingintahuan, namun perilaku ini bisa berkembang menjadi obsesi yang tidak sehat.
Ketika kebiasaan mengintip media sosial mantan pasangan menjadi rutinitas harian, hal ini sudah melewati batas kewajaran dan berpotensi merusak kesehatan mental hubungan yang sedang dijalani. Penting untuk menyadari bahwa rasa ingin tahu yang berlebihan seringkali menjadi kedok bagi perilaku obsesif yang memerlukan penanganan.
2. Tingkat empati yang tinggi
Menariknya, orang yang sering menguntit mantan pasangannya di media sosial justru memiliki tingkat empati yang tinggi. Mereka seringkali membenarkan tindakannya dengan alasan ingin memahami perasaan dan pengalaman mantan pasangan mereka secara lebih mendalam.
Bahkan setelah bertahun-tahun berpisah, mereka masih menaruh perhatian pada kesulitan atau masalah yang dihadapi mantan pasangan. Sayangnya, empati yang berlebihan ini justru bisa mengaburkan batasan yang seharusnya ada, menciptakan keterlibatan emosional yang tidak sehat dengan masa lalu.
3. Ketakutan akan ditinggalkan

Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
