
Tanda mengalami krisis finansial tapi tak mau mengakui menurut Psikologi./Freepik/freepik
JawaPos.com – Tidak semua orang bersedia terbuka ketika menghadapi masalah keuangan. Dalam banyak kasus, seseorang justru memilih menyembunyikan kondisi finansialnya, bahkan dari keluarga atau orang-orang terdekat.
Menurut psikologi, situasi tersebut dapat tercermin melalui berbagai perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Meski berusaha mempertahankan kesan bahwa semuanya baik-baik saja, ada sejumlah tanda yang dapat menunjukkan bahwa seseorang sedang mengalami tekanan akibat persoalan finansial.
Memahami ciri-ciri tersebut dapat membantu kita lebih peka terhadap kondisi orang lain, sehingga mampu memberikan dukungan yang tepat tanpa terburu-buru menghakimi.
Mengutip geediting.com pada Senin (29/6), terdapat tujuh tanda yang menurut psikologi dapat mengindikasikan seseorang sedang mengalami krisis finansial, meski mereka memilih untuk tidak mengakuinya.
1. Menghindari pembayaran bersama
Seringkali dalam situasi pembayaran bersama, ada seseorang yang selalu mencari cara untuk menghindari membayar bagiannya. Orang tersebut mungkin beralasan lupa membawa dompet, tiba-tiba menghilang saat waktu pembayaran tiba, atau dengan antusias menawarkan diri menghitung bagian masing-masing sambil secara misterius mengecualikan bagiannya sendiri.
Perilaku ini bukanlah tentang pelit atau pelupa, melainkan bisa jadi merupakan tanda bahwa mereka sedang mengalami kesulitan keuangan namun enggan mengakuinya. Tawa canggung atau senyum malu yang menyertai perilaku ini mungkin adalah sinyal tersembunyi dari permintaan tolong.
2. Menjadi orang rumahan
Perubahan drastis dari seseorang yang biasanya aktif bersosialisasi di luar menjadi lebih suka berdiam diri di rumah bisa menjadi indikator masalah keuangan. Mereka mulai menolak undangan keluar, lebih memilih mengadakan acara potluck di rumah daripada makan di restoran, atau menonton film di rumah ketimbang pergi ke bioskop.
Ini bukan sekadar tentang menjadi anti-sosial, tapi lebih kepada upaya menghindari pengeluaran yang terkait dengan aktivitas bersosialisasi. Mereka mungkin masih ingin bergaul, namun kondisi keuangan memaksa mereka membatasi aktivitas yang membutuhkan biaya.

Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo: Bursa Jagokan Three Lions, Opta Beri Peluang Menang 73,9 Persen
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Ditunggu Saja! Persebaya Surabaya Siapkan 7 Pemain Asing Baru Usai Rombak Skuad Musim Lalu
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
