
Ilustrasi sosok manipulatif. (freepik)
JawaPos.com - Selama ini, stigma masyarakat mengenai hubungan toksik sering kali bias gender. Ketika mendengar kata "manipulatif," mayoritas orang cenderung langsung mengasosiasikannya dengan figur wanita. Akibatnya, perhatian terhadap taktik manipulasi yang dilakukan oleh kaum pria di dalam sebuah komitmen asmara masih sangat minim.
Padahal, kehadiran pria manipulatif dapat membuat kehidupan emosional pasangan yang mencintainya menjadi sangat menguras energi. Uniknya, tanda-tanda manipulasi pada pria sangat berbeda dan jauh lebih terselubung dibandingkan wanita. Mengetahui batasan perilaku ini sangat penting untuk membantu Anda menentukan sikap apakah harus bertahan atau segera melanjutkan hidup.
Dirangkum dari studi perilaku dan pengalaman para konselor hubungan, berikut adalah lima perilaku halus pria yang menunjukkan bahwa tindakan manisnya bersifat manipulatif, bukan cinta yang tulus.
Pada fase awal hubungan, memiliki pasangan yang ingin menghabiskan waktu bersama pagi, siang, dan malam mungkin terasa mendebarkan. Namun, Anda patut waspada jika ia mulai merasa tidak suka berbagi waktu Anda dengan sahabat, menuntut Anda di rumah saja, hingga memaksa Anda selalu ikut dalam agenda keluarganya.
Meskipun menghabiskan waktu bersama pasangan adalah hal yang wajar, meluangkan waktu terpisah demi kesehatan mental dan kehidupan sosial pribadi tetaplah mutlak. Pria yang menuntut kehadiran Anda 24 jam sehari sebenarnya sedang menguras energi Anda secara perlahan demi memenuhi obsesi kendalinya.
Ciri ini sering kali menimpa pria yang sebenarnya tampan, cerdas, dan populer. Mereka sengaja melontarkan kalimat bernada rendah diri agar Anda terus-menerus memberikan pujian dan meyakinkan bahwa dialah yang terbaik, tidak akan pernah ditinggalkan, dan karya atau usahanya selalu mengesankan.
Kebutuhan konstan akan kepastian (reassurance) ini sangat melelahkan secara psikologis. Sebuah studi ilmiah yang dirilis pada tahun 2017 menunjukkan bahwa kebutuhan validasi yang berlebihan dari pasangan merupakan bentuk taktik pengendalian emosi dalam hubungan.
Para manipulator sengaja menggunakan drama emosional ini agar pasangan merasa memikul tanggung jawab penuh atas kesejahteraan mental mereka. Dampaknya, pihak wanita akan mudah didera rasa bersalah dan terpaksa menuruti segala keinginan sang pria.
Menyukai pria yang sensitif dan ekspresif adalah hal yang baik. Namun, ceritanya akan berbeda jika nyeri ringan atau flu biasa membuat dunianya seolah-olah akan berakhir. Mereka akan mengerang berlebihan di atas sofa dan menuntut pelayanan total dari Anda.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Prediksi Skor Celje vs Slovan Bratislava di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Berujung Penalti?
Prediksi Skor Lyon vs Fenerbahce di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Kans Les Gones Menang!
Kiai Ta’in Tebuireng Dipolisikan Jelang Muktamar NU, TAAT Pasang Badan
Prediksi Skor Rapid Wien vs Hearts di Play-off Liga Konferensi Eropa: Tim Tamu Dijagokan Lolos!
