Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Juli 2026 | 21.16 WIB

7 Frasa Pria Ini Tunjukkan Tingkat Kecerdasan Emosionalnya Rendah Menurut Psikologi

Frasa pria dengan tingkat kecerdasan rendah menurut psikologi./Freepik. - Image

Frasa pria dengan tingkat kecerdasan rendah menurut psikologi./Freepik.

JawaPos.com - Dalam kajian psikologi, kecerdasan emosional dianggap berperan penting dalam membangun serta menjaga hubungan yang sehat.

Namun, ada sejumlah tanda yang kerap tidak disadari, salah satunya terlihat dari cara seseorang berkomunikasi melalui frasa yang menunjukkan kurangnya kemampuan dalam mengelola emosi maupun memahami perasaan orang lain.

Pria dengan tingkat kecerdasan emosional yang rendah umumnya cenderung menggunakan ungkapan tertentu yang tanpa disadari dapat memicu kesalahpahaman, merusak komunikasi, hingga menimbulkan ketegangan dalam hubungan.

Mengutip dari geediting.com pada Rabu (1/7), terdapat tujuh frasa yang disebut mencerminkan pria dengan tingkat kecerdasan emosional di bawah rata-rata menurut perspektif psikologi.

1. Sikap tidak peduli

Ketika seseorang mengatakan “Saya tidak peduli,” hal ini menunjukkan ketidakmampuan untuk terlibat secara emosional dalam situasi yang sedang berlangsung. Ungkapan ini mengindikasikan bahwa orang tersebut belum memiliki kecerdasan emosional yang cukup untuk memahami dan menghargai perasaan orang lain.

Bagi mereka yang memiliki kecerdasan emosional tinggi, mereka akan memilih cara yang lebih empatik untuk mengungkapkan ketidaksetujuan atau ketidaktertarikan mereka. Hal ini bukan berarti harus selalu setuju dengan semua orang, tetapi lebih kepada kemampuan menunjukkan rasa hormat dan pertimbangan terhadap emosi orang lain.

2. Penyangkalan sensitivitas

Ungkapan “Kamu terlalu sensitif” sebenarnya merupakan bentuk penolakan terhadap perasaan valid seseorang dan cara untuk menghindari tanggung jawab atas tindakan yang telah dilakukan. Kecerdasan emosional justru tentang bagaimana memvalidasi perasaan orang lain, bukan mengabaikannya.

Setiap orang memiliki ambang batas emosional yang berbeda-beda, dan mereka yang cerdas secara emosional akan berusaha memahami mengapa seseorang merasa terganggu alih-alih menyalahkan kepekaan mereka. Pernyataan ini sering muncul sebagai mekanisme pertahanan untuk mengalihkan tanggung jawab dari pelaku ke korban.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore