
seseorang yang hidupnya kekurangan uang di masa tua./Magnific/Lifestylememory
JawaPos.com - Banyak orang menganggap usia 50-an sebagai masa paling mapan dalam kehidupan. Karier telah mencapai puncaknya, anak-anak mulai mandiri, dan penghasilan biasanya berada pada level tertinggi. Namun, justru pada fase inilah banyak keputusan finansial yang tampak masuk akal, tetapi diam-diam menjadi awal dari kesulitan besar di usia 70-an.
Ironisnya, masalah tersebut bukan semata-mata karena kurang uang. Psikologi menunjukkan bahwa perilaku manusia terhadap uang sering kali dipengaruhi oleh emosi, kebiasaan, bias kognitif, serta cara seseorang memandang masa depan. Ketika seseorang merasa dirinya masih sehat dan produktif, ia cenderung meremehkan risiko yang akan muncul dua puluh tahun kemudian.
Penelitian dalam bidang psikologi perilaku menunjukkan bahwa manusia memiliki kecenderungan lebih menghargai kenyamanan saat ini dibandingkan keamanan di masa depan. Akibatnya, banyak orang baru menyadari kesalahan finansial ketika kesempatan untuk memperbaikinya sudah jauh lebih sempit.
Dilansir dari Expert Editor pada Senin (6/7), terdapat tujuh jebakan finansial yang sering dialami orang pada usia 50-an dan berdampak besar terhadap kualitas hidup mereka saat memasuki usia 70-an.
1. Merasa Masih Punya Banyak Waktu
Salah satu bias psikologis yang paling umum adalah optimism bias, yaitu keyakinan bahwa masa depan akan berjalan lebih baik daripada kenyataan.
Di usia 50-an, banyak orang berpikir mereka masih memiliki waktu belasan atau bahkan puluhan tahun untuk menabung. Mereka menunda investasi, menunda mempersiapkan dana pensiun, dan lebih memilih memenuhi kebutuhan gaya hidup saat ini.
Padahal, waktu adalah aset terbesar dalam membangun kekayaan. Ketika memasuki usia 60-an, kemampuan bekerja mulai menurun. Saat mencapai usia 70-an, kesempatan memperoleh penghasilan tambahan semakin terbatas.
Akibatnya, mereka terpaksa bergantung pada tabungan yang tidak cukup, bantuan keluarga, atau bahkan tetap bekerja meski kondisi fisik sudah tidak mendukung.
2. Gaya Hidup Naik Seiring Penghasilan
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022