Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Juli 2026 | 18.37 WIB

10 Tanda Pria yang Mengalami Burnout, Kenali Perubahan Perilakunya

Ilustrasi pria burnout (freepik) - Image

Ilustrasi pria burnout (freepik)

JawaPos.com - Burnout tidak selalu terlihat melalui perubahan besar atau tanda yang mencolok. Kondisi ini sering muncul secara perlahan, ketika seseorang terus menjalani rutinitas tanpa menyadari bahwa energi fisik dan mentalnya semakin terkuras.

Seorang pria yang mengalami burnout mungkin masih tetap menjalankan aktivitas sehari-hari, bekerja seperti biasa, datang tepat waktu, bahkan terlihat baik-baik saja di hadapan orang lain. Namun, di balik sikap tersebut, bisa saja ia sedang menghadapi kelelahan yang cukup berat.

Banyak pria baru menyadari kondisi tersebut setelah mulai merasakan dampaknya pada berbagai aspek kehidupan, seperti hubungan dengan orang lain, kesehatan, hingga hilangnya motivasi untuk melakukan hal-hal yang sebelumnya disukai.

Dikutip dari laman geediting.com, berikut 10 tanda dan perilaku yang dapat menunjukkan bahwa seorang pria mungkin sedang berada di ambang burnout.

1. Dia selalu 'baik-baik saja,' bahkan ketika dia jelas-jelas tidak baik-baik saja
 
Ini adalah topeng yang wajib mereka pakai. "Saya baik-baik saja." "Semuanya baik-baik saja." "Jangan khawatir." Padahal, yang benar adalah, dia kehabisan tenaga.
 
Namun, dia tidak ingin membebani siapa pun, atau lebih buruk lagi, mengakui pada dirinya sendiri bahwa dia tidak baik-baik saja.
 
2. Dia berhenti melakukan apa pun hanya untuk dirinya sendiri
 
Ketika kelelahan mulai melanda, hal pertama yang hilang adalah hal-hal yang biasanya mendatangkan kebahagiaan.
 
Memancing? Terlalu lelah. Pertandingan basket Jumat malam? Tidak ingin melakukannya. Bahkan hobi yang dulu membuatnya bersemangat kini mulai terasa seperti tugas.
 
Rasanya hidup menjadi satu daftar besar hal yang harus dilakukan, dan tak ada satu pun hal dalam daftar itu yang ditujukan kepadanya.
 
3. Dia mudah tersinggung karena hal-hal kecil
 
Orang yang biasa mengabaikan gangguan-gangguan kecil kini membentak barista yang mengacaukan pesanannya. Tapi ini bukan tentang kopi.
 
Ini tentang kelebihan emosi. Pria yang kelelahan sering kali hidup dalam ketegangan yang konstan. Satu pemicu kecil, dan itu akan meluap.
 
4. Dia selalu 'terlalu sibuk' untuk teman dan keluarga
 
Kelelahan memiliki cara yang lucu untuk mengisolasi orang. Pria yang hampir putus cinta sering meyakinkan diri mereka sendiri bahwa mereka akan berhubungan lagi 'ketika keadaan sudah tenang.'
 
Namun, ketenangan itu tidak pernah datang. Jadi, mereka terus menghindari makan malam, menunda panggilan telepon, dan menjauh dari orang-orang yang sebenarnya dapat membantu.
 
Ini bukan keegoisan. Ini kelelahan yang dibungkus dengan produktivitas. Dan bagian terburuknya, keterasingan itu hanya memperburuk rasa jenuh.
 
5. Dia lebih mengandalkan jalan pintas untuk mengatasi masalah
 
Entah itu minum lebih banyak dari biasanya, begadang menonton TV untuk menghilangkan rasa lelah, atau bermalas-malasan di depan ponsel selama berjam-jam, pria yang mengalami kelelahan sering kali mengandalkan kebiasaan tidak sehat hanya untuk bertahan sepanjang hari.
 
Tidak selalu dramatis. Terkadang hanya butuh satu bir tambahan setiap malam. Atau butuh suara latar terus-menerus agar dia tidak perlu memikirkan pikirannya.
 
Mekanisme penanganan ini mungkin tampak tidak berbahaya pada awalnya. Namun, mekanisme ini sering kali menutupi kelelahan emosional.
 
6. Dia tidak tidur nyenyak, meskipun dia selalu lelah
 
Kelelahan dapat mempermainkan tubuh Anda. Anda kelelahan, tetapi tidak bisa tidur. Atau Anda terbangun pukul 3 pagi dengan pikiran yang tak henti-hentinya dan tidak dapat menenangkan pikiran Anda.
 
Pria yang sedang mengalami gangguan tidur sering mengatakan hal-hal seperti, "Saya tidak bisa tidur seperti dulu." Dan seiring waktu, kekurangan tidur tersebut menggerogoti segalanya, suasana hati, energi, kejernihan pikiran.
 
7. Dia menjadi sangat fokus pada produktivitas
 
Beberapa pria mengatasi kelelahan dengan bekerja lebih keras. Mereka membenamkan diri dalam tugas. Berusaha mengatasi kelelahan dengan menjadi lebih efisien.
 
Dia mungkin berkata, "Saya hanya ingin tetap sibuk." Namun di balik dorongan itu, dia berusaha keras untuk merasa mampu mengendalikan sesuatu.
 
Namun, kesibukan tidak sama dengan tujuan. Dan ketika mesin bekerja tanpa tenaga, semua aktivitas itu langsung mengarah pada kelelahan.
 
8. Dia menghindari segala hal yang emosional
 
Seorang pria yang kelelahan mungkin masih bisa menangani logistik, tugas, pekerjaan, tetapi tanyakan padanya bagaimana perasaannya, dan Anda akan menemui jalan buntu.
 
Dia mengalihkan topik pembicaraan. Bercanda. Memberitahu Anda bahwa dia 'terlalu lelah untuk membicarakannya.'
 
Kelelahan mematikan daya emosi. Bukan berarti dia tidak peduli. Hanya saja dia merasa terlalu tertekan untuk melakukannya.
 
9. Dia tidak merasa bangga lagi terhadap apa pun
 
Tanda kelelahan yang tidak kentara adalah hilangnya harga diri. Dia menyelesaikan proyek, memenuhi tenggat waktu, membayar tagihan, tetapi semuanya terasa hambar. Tidak ada rasa pencapaian.
 
Hanya lega karena tugas lain telah selesai. Ketika seorang pria berhenti merasa bangga terhadap dirinya sendiri, bahkan untuk hal-hal kecil, biasanya itu pertanda ia tidak punya lagi semangat dalam dirinya.
 
10. Dia terus berkata pada dirinya sendiri bahwa dia hanya perlu 'terus maju'
 
Ini mungkin tanda bahaya terbesar dari semuanya. Alih-alih melambat, meminta bantuan, atau beristirahat, ia terus maju. Terus melaju.
 
Karena di suatu tempat, ia belajar bahwa istirahat sama dengan kelemahan. Namun, kelelahan tidak memberi penghargaan pada ketangguhan. Ia menghukum penyangkalan.
 
Kekuatan sejati bukanlah tentang mengabaikan tanda-tanda peringatan. Melainkan tentang mengakuinya, dan membuat perubahan yang dibutuhkan untuk menyembuhkan.
 
 
Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore