
Ilustrasi orang yang sangat dimanja (freepik/lookstudio)
JawaPos.com - Pola asuh yang diterima seseorang sejak masa kecil dapat memengaruhi cara mereka bersikap ketika beranjak dewasa. Salah satunya terlihat dari kebiasaan sehari-hari dan kemampuan dalam menghadapi tanggung jawab pribadi.
Sebagian orang dewasa mungkin masih mengalami kesulitan dalam melakukan hal-hal mandiri, seperti mengurus pekerjaan rumah atau memenuhi kebutuhan sendiri, karena sejak kecil terbiasa mendapatkan banyak bantuan dari orang lain.
Dalam sudut pandang psikologi, beberapa perilaku tertentu dapat menjadi tanda bahwa seseorang tumbuh dengan pola asuh yang terlalu memanjakan. Kebiasaan tersebut terkadang terbawa hingga usia dewasa dan memengaruhi cara mereka menjalani kehidupan.
Dilansir JawaPos.com dari laman The Vessel, berikut sembilan perilaku yang disebut dapat menjadi indikasi seseorang mungkin dibesarkan dengan terlalu banyak kemudahan dan perhatian sejak kecil.
Baca Juga:7 Perilaku Ini Kerap Dimiliki Orang yang Canggung Bersosialisasi, tetapi Sering Tidak Disadari
1. Rasa berhak itu sangat kuat
Rasa berhak muncul saat seseorang meyakini bahwa mereka berhak memperoleh perlakuan khusus atau pengecualian terhadap aturan.
Mereka adalah orang-orang yang mungkin berkata seperti, "Pasti ada cara untuk membuat pengecualian, kan?" Perasaan "Saya istimewa, jadi aturan tidak berlaku" adalah klasik.
Menurut Psychology Today, rasa berhak yang kronis sebenarnya dapat menghalangi hubungan yang sehat, karena rasa berhak tersebut menciptakan dinamika yang tidak seimbang di mana satu orang selalu mengambil.
Pertanyaan besarnya adalah: apakah seseorang menuntut keuntungan tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap orang lain? Jika iya, itu merupakan tanda bahaya dari didikan yang manja.
2. Kurangnya empati
Bila seseorang jarang berhenti sejenak untuk mempertimbangkan perasaan orang lain, itu dapat menunjukkan bahwa mereka tidak pernah perlu melakukannya.
Mereka mungkin menyela orang di tengah kalimat atau mengabaikan ketidaknyamanan orang lain dalam situasi tegang.
Seiring berjalannya waktu, kurangnya empati yang konsisten dapat menunjukkan masa kanak-kanak di mana kebutuhan emosional selalu dipenuhi oleh orang lain, sehingga hanya menyisakan sedikit ruang untuk belajar kasih sayang.
3. Kepuasan instan adalah norma

Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia di Piala Dunia 2026: Setan Merah Diunggulkan Kirim Pulang Tuan Rumah
Kontroversial! Wasit Inggris Anthony Taylor Pimpin Portugal vs Spanyol di Piala Dunia 2026, Rekam Jejak Jadi Sorotan
Daftar 32 Negara Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Dirilis Iran, Indonesia Tak Masuk, Warganet Bertanya-tanya
Arogan Tonjok Pengendara di Jalan Jagakarsa, 'Bang Jago' Tak Berdaya Ditangkap di Rumahnya
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia di Piala Dunia 2026: Setan Merah Diunggulkan Bungkam Tuan Rumah
