Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 Juli 2026 | 17.06 WIB

Tak Perlu Insecure, 6 Kebiasaan Orang Percaya Diri Tanpa Harus Cari Muka

Ilustrasi percaya diri. (freepik) - Image

Ilustrasi percaya diri. (freepik)

JawaPos.com - Setiap orang tumbuh melalui berbagai tantangan hidup yang mendewasakan. Dari tantangan itulah kita menyadari bahwa kepercayaan diri adalah kunci utama untuk menjadi lebih berani dan menarik lebih banyak peluang baru.

Sayangnya, saat seseorang berada di fase jenuh atau terpuruk, mereka cenderung berhenti menantang diri sendiri, sehingga terjebak dalam rasa tidak aman (insecure) yang berkepanjangan.

Mengatasi kecemasan sosial sebenarnya bisa dimulai dengan mengubah kebiasaan mental harian. Menariknya, orang yang memiliki kombinasi kepercayaan diri yang tinggi sekaligus kecerdasan emosional yang matang tidak menggunakan cara-cara instan untuk terlihat hebat.

Dikutip dari Your Tango, mereka justru menyeimbangkan kedua aspek tersebut melalui 6 aktivitas psikologis terukur berikut ini:

1. Berhenti 'Berusaha keras' untuk Menjadi Percaya Diri

Satu kesalahan terbesar banyak orang adalah menganggap kepercayaan diri sebagai sebuah topeng atau akting yang harus dilatih di depan cermin. Secara alami, setiap manusia terlahir dengan energi batin yang bebas dan percaya diri. Kondisi rapuh yang Anda rasakan saat dewasa umumnya hanyalah tumpukan distorsi pikiran.

Rasa tidak aman ini sering kali dipicu oleh perkataan buruk seseorang atau perundungan yang Anda alami di masa sekolah dasar. Untuk mengembalikannya, Anda hanya perlu berhenti mencari jalan pintas atau berpura-pura menjadi orang lain. Biarkan energi alami dalam tubuh Anda bangkit kembali dengan menerima diri apa adanya.

2. Membangun Jembatan Emosional dengan 'Sisi Agresif' yang Sehat

Di dalam sudut gelap batin setiap individu, terdapat potensi besar berupa keberanian, ketegasan, dan agresi yang sehat yang sering kali tertidur karena terlalu lama ditekan oleh rasa takut. Orang yang cerdas tahu cara membangunkan kekuatan ini tanpa harus menjadi sosok yang kasar.

Mereka memberikan dorongan emosional yang hangat pada diri sendiri untuk berani mengambil keputusan besar. Sisi tegas ini hanya membutuhkan koneksi dan penyaluran yang tepat agar bisa bertransformasi menjadi daya dorong yang kuat saat Anda menghadapi tantangan atau negosiasi penting.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore