Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Juli 2026 | 15.59 WIB

7 Hal yang Tidak Perlu Diumumkan oleh Orang-Orang yang Memiliki Kepercayaan Diri Alami Menurut Psikologi

seseorang yang memiliki kepercayaan diri alami./Magnific/katemangostar - Image

seseorang yang memiliki kepercayaan diri alami./Magnific/katemangostar

JawaPos.com - Di era media sosial, hampir setiap pencapaian, aktivitas, hingga opini dapat dibagikan kepada publik dalam hitungan detik. Tidak ada yang salah dengan berbagi pengalaman. Namun, psikologi menunjukkan bahwa orang yang memiliki kepercayaan diri alami cenderung tidak merasa perlu membuktikan nilai dirinya melalui pengakuan atau validasi dari orang lain.

Kepercayaan diri yang sehat berasal dari rasa aman terhadap diri sendiri, bukan dari banyaknya pujian atau perhatian yang diterima. Orang-orang seperti ini memahami bahwa harga diri dibangun dari tindakan, karakter, dan konsistensi, bukan sekadar kata-kata.

Dilansir dari Hack Spirit pada Minggu (12/7), terd tujuh hal yang umumnya tidak perlu diumumkan oleh orang-orang yang memiliki kepercayaan diri alami menurut perspektif psikologi.

1. Mereka Tidak Merasa Perlu Mengumumkan Betapa Hebatnya Diri Mereka

Orang yang benar-benar percaya diri tidak sibuk mengatakan bahwa mereka adalah yang terbaik. Mereka membiarkan hasil kerja dan perilaku berbicara lebih keras daripada klaim pribadi.

Dalam psikologi sosial, perilaku yang terus-menerus mencari pengakuan sering kali berkaitan dengan kebutuhan akan validasi eksternal. Sebaliknya, individu yang memiliki self-esteem yang stabil tidak terlalu bergantung pada penilaian orang lain untuk merasa berharga.

Alih-alih berkata, "Saya sangat pintar," mereka lebih memilih menunjukkan kemampuan melalui tindakan nyata.

2. Mereka Tidak Terus-Menerus Memamerkan Kekayaan

Memiliki penghasilan tinggi atau aset yang banyak bukanlah sesuatu yang harus disembunyikan. Namun, orang yang memiliki rasa percaya diri alami biasanya tidak menjadikan kekayaan sebagai alat untuk memperoleh penghormatan.

Psikologi menjelaskan bahwa ketika identitas seseorang terlalu melekat pada simbol status, ia menjadi lebih rentan terhadap kecemasan sosial dan kebutuhan untuk terus mempertahankan citra tersebut.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore