
seseorang yang tidak memiliki teman baik saat menua./Magnific/stefamerpik
JawaPos.com - Banyak orang beranggapan bahwa semakin baik seseorang, semakin banyak pula teman yang akan dimilikinya. Sekilas, anggapan ini terdengar masuk akal. Orang yang ramah, suka membantu, dan mudah memaafkan seharusnya menjadi sosok yang disenangi banyak orang.
Namun, kenyataan hidup sering kali menunjukkan hal yang berbeda. Tidak sedikit orang yang dikenal sangat baik hati justru menghabiskan masa dewasanya dengan lingkaran pertemanan yang semakin kecil, bahkan nyaris tidak memiliki teman dekat sama sekali.
Fenomena ini bukan berarti kebaikan adalah kelemahan atau membuat seseorang tidak disukai. Dalam psikologi, hubungan sosial dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari batasan pribadi, perubahan prioritas hidup, hingga dinamika emosional yang berkembang seiring bertambahnya usia.
Menjadi orang baik memang bisa membuka pintu bagi banyak hubungan. Tetapi mempertahankan persahabatan yang sehat membutuhkan lebih dari sekadar sifat baik hati. Diperlukan keseimbangan antara memberi, menerima, menetapkan batasan, dan memilih orang yang tepat untuk berada dalam hidup.
Dilansir dari Hack Spirit pada Minggu (12/7), terdapat tujuh alasan psikologis mengapa sebagian orang yang benar-benar baik hati justru kehilangan teman dekat ketika usia mereka semakin bertambah.
1. Mereka Terlalu Sering Mengutamakan Orang Lain Dibandingkan Diri Sendiri
Salah satu karakteristik orang yang sangat baik adalah kecenderungan untuk selalu mendahulukan kebutuhan orang lain.
Mereka rela membatalkan rencana pribadi, mengorbankan waktu istirahat, bahkan mengesampingkan kepentingannya sendiri demi membantu orang lain. Dalam jangka pendek, perilaku ini mungkin membuat mereka dihargai.
Namun, dalam jangka panjang, pengorbanan yang terus-menerus dapat menimbulkan kelelahan emosional atau emotional exhaustion.
Psikologi menjelaskan bahwa seseorang yang terus memberi tanpa pernah mengisi kembali energi emosionalnya akan lebih rentan mengalami stres, kejenuhan, dan menarik diri dari lingkungan sosial.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
