
Ucapan khas orang yang merasa dunia berutang padanya menurut psikologi./Magnific/ stockking
JawaPos.com – Psikologi menyebut ada pola ucapan tertentu yang mencerminkan sikap orang yang merasa dunia berutang padanya.
Perilaku ini biasanya muncul dari rasa pantas berlebihan yang keliru memaknai keadilan. Banyak orang tidak sadar bahwa kalimat sehari-hari bisa menyingkap sikap semacam ini.
Dilansir dari laman YourTango pada Kamis (16/7), berikut sembilan ucapan yang sering keluar dari orang dengan pola pikir merasa berhak diistimewakan.
1. Nasib saya memang selalu buruk
Menyalahkan nasib menjadi cara mudah menghindari tanggung jawab atas kesalahan diri sendiri.
Dengan begitu mereka bisa terus mengasihani diri tanpa perlu mengubah perilaku bermasalah.
Menyalahkan semesta membuat mereka lari dari kenyataan bahwa masalah sebenarnya berasal dari diri sendiri.
2. Apa masalahmu sebenarnya
Ucapan ini biasanya muncul saat seseorang berani menegur perilaku buruk mereka secara langsung.
Mereka merasa berhak atas kesabaran orang lain tanpa mau menanggung ketidaknyamanan sedikit pun.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
