Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Agustus 2026 | 02.05 WIB

6 Cara Memutus Siklus Kelelahan Burnout yang Melampaui Sekadar Perawatan Diri Menurut Psikologi

seseorang yang mencoba memutus kelelahan burnout./Magnific/DC Studio - Image

seseorang yang mencoba memutus kelelahan burnout./Magnific/DC Studio

JawaPos.com - Burnout sering kali dibicarakan seolah-olah solusinya sederhana: tidur yang cukup, berlibur, berolahraga, melakukan meditasi, atau mengambil waktu untuk diri sendiri.

Semua itu memang dapat membantu. Namun, ketika seseorang terus kembali ke lingkungan, pola kerja, tuntutan, atau cara berpikir yang sama setelah beristirahat, rasa lelah tersebut dapat muncul kembali.

Inilah mengapa memutus siklus burnout membutuhkan lebih dari sekadar perawatan diri.

Dalam psikologi, burnout umumnya dipahami sebagai kondisi yang berkaitan dengan stres kronis dalam konteks pekerjaan yang tidak berhasil dikelola secara efektif. World Health Organization sendiri mengklasifikasikan burnout sebagai fenomena yang berkaitan dengan pekerjaan, bukan sebagai kondisi medis tersendiri. Burnout ditandai oleh kelelahan atau kehabisan energi, meningkatnya jarak mental atau sikap negatif terhadap pekerjaan, serta menurunnya efektivitas profesional.

Dengan kata lain, persoalannya tidak selalu terletak pada kemampuan seseorang untuk “menjaga dirinya sendiri”. Kadang-kadang, yang perlu diubah justru adalah hubungan seseorang dengan pekerjaannya, batas-batas yang diterapkan, ekspektasi yang dipikul, atau lingkungan tempat ia bekerja.

Dilansir dari Psychology Today pada Senin (10/8), terdapat enam cara yang dapat membantu memutus siklus tersebut.

1. Berhenti Menganggap Kelelahan sebagai Masalah yang Harus Ditanggung Sendiri

Salah satu jebakan terbesar burnout adalah munculnya keyakinan:

“Saya hanya perlu menjadi lebih kuat.”

Ketika seseorang mulai kelelahan, ia mungkin justru meningkatkan usaha. Pekerjaan yang tertunda diselesaikan lebih cepat. Jam kerja diperpanjang. Waktu istirahat dikurangi. Bahkan ketika tubuh sudah memberi sinyal untuk berhenti, seseorang merasa bersalah jika mengambil jeda.

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore