Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 Agustus 2026 | 00.18 WIB

Ini 5 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang yang Pura-Pura Pintar, Simak dan Coba Kenali Polanya!

Ilustrasi seseorang yang menunjukkan gesture sok tahu dan meremehkan lawan bicaranya../ (Fortune) - Image

Ilustrasi seseorang yang menunjukkan gesture sok tahu dan meremehkan lawan bicaranya../ (Fortune)

JawaPos.com — Ada perbedaan antara benar-benar memahami sesuatu dan sekadar ingin terlihat paling tahu. Dalam percakapan sehari-hari, orang yang ingin tampak pintar terkadang justru menunjukkan sikap meremehkan, menutup diskusi, atau menolak pendapat yang berbeda.

Masalahnya, kalimat seperti itu sering terdengar biasa. Namun, jika terus diucapkan, pola komunikasinya dapat membuat lawan bicara merasa dianggap bodoh, tidak didengar, bahkan enggan melanjutkan percakapan.

Namun, hal ini bukan berarti satu kalimat otomatis membuktikan seseorang sedang berpura-pura pintar. Yang lebih penting adalah pola perilakunya, terutama ketika seseorang selalu merasa paling benar, sulit menerima koreksi, dan menggunakan pengetahuan untuk merendahkan orang lain.

Dilansir dari Your Tango, Kamis (13/8), terdapat lima kalimat yang kerap digunakan orang yang ingin terlihat pintar, padahal cara berbicaranya justru dapat memperlihatkan sikap sok tahu dan meremehkan orang lain.

1. “Itu kan sudah jelas” dan “Saya juga sudah tahu.”

Kedua kalimat ini terdengar sederhana, tetapi dapat membuat lawan bicara merasa pertanyaannya tidak penting. “Itu kan sudah jelas” seolah menyiratkan bahwa orang lain terlalu bodoh untuk memahami sesuatu yang dianggap mudah. 

Sementara itu, “Saya juga sudah tahu” sering digunakan untuk menunjukkan bahwa pembicara sebenarnya lebih dahulu memahami persoalan. Jika terus dilakukan, kebiasaan tersebut dapat membuat orang lain enggan berbagi pendapat.

2. “Saya sudah lebih lama mengalami ini daripada kamu” dan “Kamu memang tidak paham.”

Pengalaman memang dapat menjadi sumber pengetahuan, tetapi usia atau lamanya pengalaman tidak otomatis membuat seseorang selalu benar. Kalimat pertama dapat digunakan untuk mematikan argumen tanpa benar-benar membahas isinya. 

Sementara “Kamu memang tidak paham” mengabaikan kemungkinan bahwa orang lain sebenarnya memiliki sudut pandang berbeda. Alih-alih menjelaskan, pembicara memilih membuat lawan bicara merasa tidak cukup pintar untuk memahami persoalan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore