Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Agustus 2026 | 19.57 WIB

7 Cara Berhenti Mengejar Hal yang Membuat Anda Sengsara di Kantor Menurut Psikologi, Apa Sajakah?

seseorang yang sengsara saat di kantor/Magnific/jcomp - Image

seseorang yang sengsara saat di kantor/Magnific/jcomp

JawaPos.com - Ada kalanya seseorang bekerja bukan lagi karena pekerjaan itu memberinya kepuasan, melainkan karena ia merasa harus terus mengejar sesuatu: pengakuan atasan, promosi, jabatan, pujian rekan kerja, target yang semakin tinggi, atau keinginan untuk membuktikan bahwa dirinya cukup baik.

Ironisnya, semakin keras dikejar, hal-hal tersebut justru bisa membuat seseorang semakin lelah dan tidak bahagia.

Anda mungkin pernah mengalami situasi seperti ini. Ketika mendapat target, Anda bekerja keras agar target berikutnya tercapai. Setelah berhasil, muncul target baru. Ketika mendapat pujian dari atasan, Anda ingin mempertahankan citra sebagai karyawan terbaik. Ketika rekan kerja mendapat promosi, Anda mulai merasa tertinggal. Akhirnya, pekerjaan tidak lagi menjadi aktivitas yang dijalani, tetapi perlombaan yang seolah tidak pernah berakhir.

Dalam psikologi, pola seperti ini dapat berkaitan dengan kebutuhan akan validasi eksternal, perfeksionisme, perbandingan sosial, serta kecenderungan mengejar tujuan yang sebenarnya tidak lagi sesuai dengan kebutuhan pribadi.

Berhenti mengejar bukan berarti menjadi malas, kehilangan ambisi, atau menyerah pada karier. Justru sebaliknya, berhenti mengejar hal yang membuat sengsara berarti belajar memilih dengan lebih sadar: mana yang benar-benar penting, mana yang hanya didorong oleh ego, ketakutan, atau tekanan sosial.

Dilansir dari Psychology Today pada Jumat (14/8), terdapat tujuh cara yang dapat membantu Anda keluar dari pola tersebut.

1. Bedakan antara Ambisi dan Kebutuhan untuk Membuktikan Diri

Ambisi pada dasarnya bukan sesuatu yang buruk. Memiliki keinginan untuk berkembang, mendapatkan tanggung jawab lebih besar, meningkatkan penghasilan, atau mencapai posisi tertentu merupakan hal yang wajar.

Masalah muncul ketika pencapaian mulai menjadi ukuran utama harga diri.

Anda mungkin berpikir:

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore