Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 September 2026 | 21.34 WIB

6 Alasan Mengapa Begitu Banyak Orang Belajar dengan Cara yang Salah Menurut Psikologi

seseorang yang belajar dengan cara yang salah./Magnific/jcomp - Image

seseorang yang belajar dengan cara yang salah./Magnific/jcomp

JawaPos.com - Kita hidup di zaman ketika informasi tersedia hampir tanpa batas. Kita bisa belajar bahasa baru melalui aplikasi, memahami matematika melalui video, membaca buku digital dalam hitungan detik, atau mempelajari keterampilan baru hanya dengan mengetikkan pertanyaan di mesin pencari.

Namun ada sebuah paradoks: akses terhadap informasi semakin mudah, tetapi belajar secara efektif tidak otomatis menjadi lebih mudah.

Banyak orang menghabiskan berjam-jam untuk belajar, tetapi beberapa hari kemudian sebagian besar materi sudah terlupakan. Mereka membaca halaman demi halaman, menonton video pembelajaran, memberi stabilo pada kalimat penting, membuat catatan yang rapi, bahkan membeli berbagai kursus—namun ketika harus menjelaskan kembali apa yang telah dipelajari, mereka kesulitan.

Masalahnya sering kali bukan kurangnya kecerdasan.

Masalahnya adalah cara kita belajar sering kali dibentuk oleh kebiasaan yang terasa produktif, tetapi sebenarnya tidak terlalu efektif untuk membangun ingatan dan pemahaman.

Psikologi kognitif telah menunjukkan bahwa belajar bukan sekadar memasukkan informasi ke dalam kepala. Belajar melibatkan perhatian, memori, pengambilan kembali informasi, latihan, kesalahan, umpan balik, dan kemampuan menghubungkan pengetahuan baru dengan pengetahuan yang sudah dimiliki.

JawaPos.com - Kita hidup di zaman ketika informasi tersedia hampir tanpa batas. Kita bisa belajar bahasa baru melalui aplikasi, memahami matematika melalui video, membaca buku digital dalam hitungan detik, atau mempelajari keterampilan baru hanya dengan mengetikkan pertanyaan di mesin pencari.

Namun ada sebuah paradoks: akses terhadap informasi semakin mudah, tetapi belajar secara efektif tidak otomatis menjadi lebih mudah.

Banyak orang menghabiskan berjam-jam untuk belajar, tetapi beberapa hari kemudian sebagian besar materi sudah terlupakan. Mereka membaca halaman demi halaman, menonton video pembelajaran, memberi stabilo pada kalimat penting, membuat catatan yang rapi, bahkan membeli berbagai kursus—namun ketika harus menjelaskan kembali apa yang telah dipelajari, mereka kesulitan.

Masalahnya sering kali bukan kurangnya kecerdasan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore