Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 September 2026 | 03.55 WIB

10 Tindakan Sederhana yang Dapat Mempererat Hubunganmu dengan Pasangan Menurut Psikologi

seseorang yang mempererat hubungan dengan pasangan / foto: Magnific/magnific

 

JawaPos.com - Hubungan yang sehat tidak selalu dibangun melalui tindakan besar dan romantis. Justru, dalam kehidupan sehari-hari, hal-hal sederhana seperti mendengarkan pasangan, mengucapkan terima kasih, memberikan perhatian kecil, atau meluangkan waktu tanpa gangguan dapat memberikan pengaruh besar terhadap kualitas hubungan.

Dalam psikologi hubungan, kedekatan emosional biasanya terbentuk dari pola interaksi yang dilakukan secara berulang. Artinya, bukan hanya satu momen istimewa yang menentukan kuat atau tidaknya sebuah hubungan, melainkan bagaimana dua orang memperlakukan satu sama lain dari hari ke hari.

Hubungan juga bukan berarti selalu bebas dari konflik. Perbedaan pendapat, kesalahpahaman, dan masa-masa sulit merupakan bagian yang wajar dalam hubungan. Yang membedakan hubungan yang terasa dekat dengan hubungan yang terasa renggang sering kali adalah bagaimana pasangan menghadapi berbagai situasi tersebut.

Dilansir dari Psychology Today pada Kamis (17/9), terdapat 10 tindakan sederhana yang dapat membantu mempererat hubungan dengan pasangan menurut berbagai konsep dalam psikologi hubungan.

1. Dengarkan pasangan tanpa buru-buru memberikan solusi

Salah satu bentuk perhatian yang sering dianggap sederhana, tetapi sebenarnya sangat berarti, adalah mendengarkan.

Ketika pasangan menceritakan masalah, kita terkadang langsung ingin memberikan solusi. Misalnya, ketika pasangan mengeluh tentang pekerjaan, kita mungkin segera berkata, "Kalau begitu, kamu harus mencari pekerjaan lain."

Padahal, belum tentu itu yang dibutuhkan pasangan.

Terkadang seseorang hanya ingin merasa didengar dan dipahami terlebih dahulu. Ia mungkin tidak sedang meminta solusi, melainkan membutuhkan ruang untuk mengungkapkan perasaan.

Cobalah mengganti respons yang langsung memberikan nasihat dengan pertanyaan seperti:

"Kamu pasti cukup capek menghadapi itu. Mau cerita lebih banyak?"

Atau:

"Menurutmu, bagian paling beratnya apa?"

Respons semacam ini menunjukkan bahwa kita benar-benar hadir dalam percakapan.

Dalam psikologi komunikasi, mendengarkan secara aktif melibatkan perhatian terhadap apa yang dikatakan pasangan, memahami konteks emosionalnya, dan memberikan respons yang menunjukkan bahwa kita mengikuti pembicaraan.

Bagaimana mempraktikkannya?

Saat pasangan sedang berbicara:

Letakkan ponsel terlebih dahulu.
Jangan langsung memotong pembicaraan.
Berikan kontak mata yang wajar.
Ajukan pertanyaan yang relevan.
Coba pahami perasaannya sebelum menawarkan solusi.

Mendengarkan bukan berarti selalu menyetujui. Kamu tetap dapat memiliki pendapat berbeda. Namun, membuat pasangan merasa didengar dapat menciptakan rasa aman dalam hubungan.

2. Biasakan mengucapkan terima kasih untuk hal-hal kecil

Setelah hubungan berjalan cukup lama, berbagai kebaikan pasangan dapat terasa seperti sesuatu yang biasa.

Pasangan membuatkan kopi. Pasangan mengingatkan sesuatu. Pasangan membantu pekerjaan rumah. Pasangan menanyakan apakah kita sudah makan.

Karena hal tersebut dilakukan berulang kali, kita mungkin berhenti menyadarinya.

Padahal, mengungkapkan apresiasi secara sederhana dapat membantu pasangan merasa bahwa usahanya diperhatikan.

Tidak perlu menunggu sesuatu yang besar untuk mengatakan terima kasih.

Kamu bisa mengatakan:

"Makasih sudah menungguku."

"Aku menghargai kamu sudah membantu tadi."

"Aku senang kamu masih ingat hal kecil itu."

Apresiasi yang spesifik biasanya terasa lebih personal dibandingkan pujian yang terlalu umum.

Daripada hanya berkata, "Kamu baik banget," kamu dapat mengatakan, "Aku suka caramu tetap menanyakan kabarku ketika tahu aku sedang banyak pikiran."

Hal tersebut membuat pasangan mengetahui tindakan apa yang sebenarnya dihargai.

3. Luangkan waktu berkualitas tanpa gangguan

Menghabiskan banyak waktu bersama tidak selalu berarti memiliki kedekatan emosional yang tinggi.

Dua orang dapat berada di ruangan yang sama selama berjam-jam, tetapi masing-masing sibuk dengan ponsel, pekerjaan, media sosial, atau aktivitas lainnya.

Karena itu, salah satu hal sederhana yang dapat dilakukan adalah menciptakan waktu berkualitas.

Tidak harus pergi ke restoran mahal atau melakukan perjalanan romantis. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, memasak bersama, minum kopi, atau berbicara sebelum tidur juga dapat menjadi kesempatan untuk membangun kedekatan.

Yang penting adalah kualitas perhatian yang diberikan.

Misalnya, buat kebiasaan 20–30 menit setiap hari untuk berbicara tanpa membuka ponsel. Topiknya tidak harus selalu serius.

Kamu bisa bertanya:

"Hari ini apa yang paling membuatmu senang?"
"Ada sesuatu yang membuatmu kepikiran?"
"Apa yang sedang kamu nantikan?"
"Apa yang bisa kulakukan untuk membuat minggu ini lebih ringan?"

Pertanyaan sederhana dapat membuka percakapan yang lebih dalam.

4. Berikan sentuhan fisik yang sesuai dan disukai pasangan

Sentuhan merupakan salah satu bentuk komunikasi nonverbal yang dapat memperkuat rasa kedekatan.

Berpegangan tangan, memeluk, menyentuh bahu, atau sekadar duduk berdekatan dapat menjadi bentuk ekspresi kasih sayang.

Namun, penting untuk diingat bahwa setiap orang memiliki kenyamanan yang berbeda terhadap sentuhan fisik.

Karena itu, jangan menganggap bahwa semua pasangan memiliki kebutuhan atau preferensi yang sama.

Perhatikan respons pasangan dan komunikasikan batasan masing-masing.

Pelukan setelah hari yang melelahkan, misalnya, dapat menjadi cara sederhana untuk menunjukkan:

"Aku ada di sini bersamamu."

Kedekatan fisik yang sehat seharusnya selalu didasarkan pada rasa aman, kenyamanan, dan persetujuan kedua pihak.

5. Jangan meremehkan cerita kecil dari pasangan

Pernahkah pasangan bercerita tentang sesuatu yang menurutmu sepele?

Misalnya tentang rekan kerjanya, makanan yang ingin dicoba, video lucu yang dilihatnya, atau kejadian kecil yang terjadi di perjalanan.

Mungkin informasi tersebut tidak penting secara objektif. Tetapi, bagi pasangan, menceritakannya kepadamu dapat menjadi bentuk berbagi kehidupan sehari-hari.

Jika setiap cerita kecil selalu mendapatkan respons seperti "Oh," "Ya sudah," atau bahkan tidak mendapatkan respons karena kita sibuk dengan ponsel, pasangan bisa perlahan merasa bahwa berbicara dengan kita tidak lagi menarik atau aman.

Karena itu, cobalah memberikan respons terhadap hal-hal kecil.

Jika pasangan berkata:

"Tadi aku lihat kucing lucu banget di jalan."

Kamu tidak harus membuat percakapan panjang. Cukup merespons:

"Serius? Warnanya apa?"

Respons kecil semacam itu menunjukkan bahwa kamu tertarik pada dunia pasangan.

Kedekatan sering kali dibangun melalui ribuan percakapan kecil seperti ini.

6. Belajar memperbaiki konflik, bukan hanya memenangkan argumen

Dalam hubungan, konflik hampir tidak mungkin dihindari.

Dua orang dapat memiliki kebutuhan, kebiasaan, nilai, dan cara berpikir yang berbeda. Karena itu, tujuan komunikasi ketika terjadi konflik sebaiknya bukan semata-mata membuktikan siapa yang benar.

Pertanyaan yang lebih berguna adalah:

"Bagaimana kita bisa menyelesaikan masalah ini tanpa merusak hubungan?"

Hindari menyerang karakter pasangan.

Perbedaan antara:

"Kamu memang egois."

dan

"Aku merasa tidak didengarkan ketika keputusan itu dibuat tanpa membicarakannya denganku."

sangat besar.

Kalimat pertama menyerang identitas seseorang. Kalimat kedua menjelaskan perilaku dan dampaknya terhadap diri kita.

Ketika emosi sedang sangat tinggi, mengambil jeda juga dapat membantu. Jeda bukan berarti menghindari masalah selamanya. Justru, pasangan dapat sepakat untuk berhenti sementara dan kembali membicarakannya setelah emosi lebih stabil.

Contohnya:

"Aku sedang terlalu emosi untuk membicarakan ini dengan baik. Kita istirahat dulu, lalu lanjutkan pembicaraannya malam nanti."

Yang penting, jangan menggunakan "jeda" sebagai alasan untuk menghukum atau mendiamkan pasangan tanpa kejelasan.

7. Tunjukkan bahwa kamu mengingat hal-hal yang penting bagi pasangan

Perhatian tidak selalu harus berupa hadiah.

Salah satu bentuk perhatian yang kuat adalah mengingat detail yang penting bagi pasangan.

Misalnya:

mengingat tanggal presentasinya,
mengetahui makanan yang tidak disukainya,
mengingat nama orang yang sedang sering diceritakannya,
mengetahui hal yang membuatnya gugup,
atau mengingat sesuatu yang sedang ia perjuangkan.

Kemudian, sesekali tanyakan kembali.

"Bukannya hari ini kamu ada presentasi? Bagaimana hasilnya?"

Kalimat tersebut mungkin terdengar sederhana. Namun, pasangan dapat menangkap pesan bahwa apa yang terjadi dalam hidupnya juga memiliki tempat dalam perhatianmu.

Kedekatan emosional sering kali tumbuh dari perasaan bahwa pasangan benar-benar mengenal dan memperhatikan kita.

8. Berikan dukungan terhadap tujuan dan perkembangan pasangan

Hubungan yang sehat tidak berarti dua orang harus melakukan semuanya bersama-sama.

Masing-masing individu tetap memiliki impian, pekerjaan, persahabatan, hobi, dan tujuan pribadi.

Karena itu, dukungan terhadap perkembangan pasangan dapat menjadi bagian penting dari hubungan.

Ketika pasangan ingin belajar sesuatu, mencoba aktivitas baru, mengejar pendidikan, mengembangkan karier, atau membangun kebiasaan yang positif, tunjukkan ketertarikan.

Kamu dapat bertanya:

"Bagaimana perkembangannya?"

"Ada yang bisa kubantu?"

"Apa bagian yang paling menantang?"

Dukungan tidak selalu berarti harus ikut campur.

Terkadang dukungan terbaik adalah memberikan ruang sekaligus menunjukkan bahwa kita percaya pada pasangan.

Namun, dukungan juga perlu realistis. Mendukung pasangan bukan berarti harus menyetujui setiap keputusan tanpa pertimbangan.

Hubungan yang sehat memungkinkan dua orang saling mendukung sekaligus tetap menjadi individu yang mandiri.

9. Jangan lupa melakukan hal-hal menyenangkan bersama

Rutinitas dapat membuat hubungan terasa monoton.

Pekerjaan, tugas rumah, tagihan, dan berbagai tanggung jawab sehari-hari dapat membuat pasangan akhirnya hanya membicarakan hal-hal yang bersifat praktis.

"Sudah makan?"

"Jangan lupa bayar tagihan."

"Besok kamu pulang jam berapa?"

Percakapan tersebut memang penting, tetapi hubungan juga membutuhkan pengalaman positif bersama.

Cobalah melakukan sesuatu yang sedikit berbeda.

Tidak harus mahal.

Kalian dapat:

mencoba resep baru,
menonton film yang belum pernah ditonton,
bermain permainan sederhana,
mengunjungi tempat baru,
berjalan-jalan tanpa tujuan khusus,
membuat daftar film yang ingin ditonton,
atau sekadar membeli makanan favorit dan berbicara santai.

Pengalaman positif bersama dapat menciptakan kenangan yang memperkaya hubungan.

Yang terpenting bukan seberapa mahal aktivitasnya, melainkan kesempatan untuk menikmati kebersamaan.

10. Katakan secara langsung bahwa pasangan berarti bagimu

Jangan selalu menganggap pasangan "pasti sudah tahu".

Memang, seseorang mungkin mengetahui bahwa dirinya dicintai. Namun, mendengar ungkapan kasih sayang secara langsung tetap dapat memiliki makna tersendiri.

Kamu dapat mengatakan:

"Aku senang menjalani hidup bersamamu."

"Aku menghargai semua yang kamu lakukan."

"Aku bersyukur kamu ada di hidupku."

"Aku merasa nyaman ketika bisa cerita sama kamu."

Ungkapan tersebut tidak harus terdengar seperti dialog film romantis.

Bahkan kalimat yang sederhana dan jujur sering kali terasa lebih bermakna.

Jika kamu bukan tipe orang yang terbiasa mengungkapkan perasaan, mulailah dari kalimat pendek.

Hubungan bukan hanya tentang merasakan kasih sayang, tetapi juga mengomunikasikannya.

Mengapa Tindakan Sederhana Bisa Berdampak Besar?

Salah satu alasan tindakan kecil dapat memiliki dampak besar adalah karena hubungan terbentuk melalui pola interaksi yang berulang.

Satu percakapan mungkin tidak mengubah hubungan secara drastis. Namun, kebiasaan mendengarkan, menghargai, memberikan perhatian, dan memperbaiki konflik dapat membentuk pola hubungan dalam jangka panjang.

Bayangkan sebuah hubungan sebagai rekening emosional.

Setiap kali kamu menunjukkan perhatian, menghargai pasangan, menepati janji, mendengarkan, atau memberikan dukungan, kamu seperti melakukan "setoran".

Sebaliknya, kritik yang terus-menerus, pengabaian, penghinaan, atau perilaku yang merusak kepercayaan dapat menjadi "penarikan".

Tentu saja, hubungan manusia jauh lebih kompleks daripada sebuah rekening. Namun, analogi tersebut membantu menjelaskan mengapa interaksi kecil yang dilakukan berulang kali dapat menjadi penting.

Tidak Perlu Menjadi Pasangan yang Sempurna

Ada satu hal yang penting untuk diingat: mempererat hubungan bukan berarti harus menjadi pasangan yang selalu sempurna.

Kamu tetap bisa lelah.

Kamu bisa salah bicara.

Kamu bisa kehilangan kesabaran.

Kamu dan pasangan juga bisa memiliki pendapat yang berbeda.

Yang lebih penting adalah kemampuan untuk menyadari kesalahan, meminta maaf ketika diperlukan, mendengarkan pasangan, dan berusaha memperbaiki pola yang tidak sehat.

Hubungan yang kuat bukan hubungan tanpa masalah.

Hubungan yang sehat lebih berkaitan dengan bagaimana dua orang menghadapi masalah ketika masalah tersebut muncul.

Mulailah dari Satu Kebiasaan Kecil

Kamu tidak perlu melakukan semua hal di atas sekaligus.

Pilih satu kebiasaan yang paling mudah dilakukan.

Misalnya, mulai malam ini dengan meletakkan ponsel selama 20 menit dan benar-benar mendengarkan pasangan bercerita.

Atau, besok pagi ucapkan terima kasih untuk satu hal yang biasanya kamu anggap biasa.

Kemudian lakukan kembali.

Lama-kelamaan, tindakan sederhana tersebut dapat menjadi bagian alami dari cara kalian berinteraksi.

Pada akhirnya, hubungan yang dekat bukan hanya dibangun melalui momen-momen besar seperti ulang tahun, liburan, atau perayaan khusus.

Hubungan justru banyak dibentuk oleh momen yang terlihat biasa: percakapan sebelum tidur, pelukan ketika sedang lelah, pertanyaan sederhana tentang hari yang dijalani, ucapan terima kasih, dan kesediaan untuk benar-benar hadir ketika pasangan membutuhkan kita.

Karena dalam hubungan, perhatian yang kecil tetapi konsisten sering kali memiliki arti yang jauh lebih besar daripada perhatian besar yang hanya muncul sesekali.***
Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore