
seseorang yang menyukai makanan manis./Magnific/benzoix
JawaPos.com - Pernahkah Anda memperhatikan bahwa seseorang yang sangat menyukai cokelat, kue, es krim, permen, atau minuman manis sering kali dianggap sebagai pribadi yang menyenangkan dan hangat?
Menariknya, anggapan tersebut ternyata bukan sekadar permainan kata. Dalam psikologi, pernah ada penelitian yang mencoba melihat apakah preferensi terhadap rasa tertentu berkaitan dengan karakter atau perilaku seseorang. Salah satu penelitian yang cukup terkenal menemukan adanya hubungan antara kesukaan terhadap makanan manis dan beberapa kecenderungan prososial seperti agreeableness, niat membantu, serta perilaku sosial tertentu.
Namun, ceritanya tidak sesederhana "suka manis berarti orangnya baik". Penelitian lanjutan dengan sampel yang lebih besar tidak menemukan hubungan yang kuat antara kesukaan terhadap makanan manis dan kepribadian prososial. Bahkan, tinjauan sistematis terbaru menyebutkan bahwa hubungan antara preferensi rasa dan kepribadian memang menarik, tetapi penelitian yang ada masih memiliki keterbatasan seperti ukuran sampel kecil dan perbedaan metode pengukuran.
Jadi, bagaimana kita bisa memahami hubungan tersebut?
Dilansir dari Psychology Today pada Selasa (22/9), terdapat enam kemungkinan menarik dari sudut pandang psikologi.
1. Rasa manis sering diasosiasikan dengan sifat yang hangat dan menyenangkan
Alasan pertama berkaitan dengan cara manusia menggunakan bahasa dan metafora.
Kita mengenal ungkapan seperti "orang yang manis", "senyum yang manis", atau "dia sangat sweet". Dalam kehidupan sehari-hari, kata "manis" tidak hanya menggambarkan rasa makanan, tetapi juga digunakan untuk menggambarkan seseorang yang baik hati, perhatian, menyenangkan, atau penuh kasih.
Penelitian psikologi tentang rasa manis dan kepribadian pernah berangkat dari gagasan tersebut. Meier dan rekan-rekannya menemukan bahwa orang cenderung menilai seseorang yang menyukai makanan manis sebagai lebih agreeable, yaitu lebih mudah disukai, kooperatif, dan memiliki kecenderungan interpersonal yang positif.
Dengan kata lain, ada kemungkinan otak manusia membangun hubungan konseptual antara pengalaman "manis" dan karakteristik sosial yang positif.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022