Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 September 2026 | 21.28 WIB

Jangan Mudah Tertipu, 7 Perilaku Ini Kerap Dikaitkan dengan Sikap yang Tidak Tulus

Ilustrasi orang yang pura-pura baik. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang pura-pura baik. (Freepik)

JawaPos.com - Pernah bertemu seseorang yang dalam waktu singkat sudah terlihat sangat ramah, sering memberikan pujian, dan seolah-olah mudah menjadi teman dekat? Sikap seperti itu tentu bisa membuat suasana menjadi menyenangkan, terutama ketika baru mengenal seseorang.

Namun, seiring berjalannya waktu, terkadang muncul perasaan bahwa ada sesuatu yang tidak sesuai. Perkataan terdengar manis, tetapi perilakunya berubah ketika berada dalam situasi berbeda.

Satu hal penting yang perlu diingat, perilaku tertentu tidak otomatis membuktikan bahwa seseorang sedang berpura-pura baik. Setiap orang memiliki karakter dan cara berkomunikasi yang berbeda. Meski demikian, pola perilaku yang berulang dan tidak konsisten dapat menjadi alasan untuk lebih berhati-hati dalam membangun kepercayaan.

Dilansir dari Geediting, berikut tujuh perilaku yang kerap dikaitkan dengan sikap yang kurang tulus dan dapat diamati dalam interaksi sehari-hari.

1. Terlalu Sering Memberikan Pujian

Pujian sebenarnya merupakan bagian wajar dari hubungan sosial. Namun, jika diberikan secara berlebihan, terlalu umum, atau terasa tidak sesuai dengan situasi, seseorang mungkin akan mempertanyakannya.

Pujian yang tulus biasanya memiliki konteks dan tidak selalu diberikan untuk mendapatkan respons tertentu. Sebaliknya, pujian yang terus-menerus bisa saja digunakan untuk membangun kedekatan dengan cepat.

Karena itu, jangan hanya memperhatikan kata-kata yang diucapkan. Perhatikan pula apakah perilaku orang tersebut sesuai dengan pujian yang diberikan.

2. Menyampaikan Sindiran dengan Dalih Bercanda

Candaan dapat menjadi cara untuk mencairkan suasana. Namun, masalah muncul ketika humor digunakan berulang kali untuk menyampaikan sesuatu yang merendahkan atau menyakitkan.

Seseorang mungkin melontarkan komentar yang membuat Anda tidak nyaman, kemudian segera mengatakan bahwa itu hanya bercanda. Jika pola tersebut terus terjadi setelah Anda menunjukkan keberatan, hal itu patut diperhatikan.

Batas antara humor dan perkataan yang menyakiti dapat berbeda bagi setiap orang. Yang terpenting adalah adanya rasa saling menghargai dalam komunikasi.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore